Veda Ega Pratama Makin Percaya Diri Hadapi Moto3 Qatar, Ini Modal Penting dari Seri Malaysia

KALTIMPOST.ID, JAKARTA – Dua pembalap Indonesia, Veda Ega Pratama dan Mario Suryo Aji, menatap seri MotoGP Qatar 2026 dengan optimisme. Keduanya berharap mampu meraih hasil lebih baik karena memiliki pengalaman dan menyukai karakter Sirkuit Lusail.
Balapan di Qatar menjadi kesempatan bagi Veda untuk melanjutkan tren positif di kelas Moto3. Pembalap muda tersebut mengaku memiliki kenangan bagus di sirkuit itu ketika masih mengikuti Asia Talent Cup (ATC). Saat itu, ia berhasil finis di posisi kedua.
Kepercayaan diri Veda juga meningkat setelah meraih sejumlah hasil positif dalam dua seri terakhir. Pada seri Australia, ia mencatatkan pole position meski balapan akhirnya dibatalkan.
Baca Juga: Slamet Uliandi Jadi Tersangka Baru: Ini Peran Empat Jenderal dalam Kasus Penyadapan Prabowo
Kemudian, pada seri Malaysia pekan lalu, Veda sukses naik podium setelah menyelesaikan balapan di posisi kedua.
Veda menilai karakter lintasan Lusail sesuai dengan gaya balapnya. Pengalaman sebelumnya di Qatar menjadi bekal untuk menghadapi persaingan akhir pekan ini.
Di kelas Moto2, Mario Suryo Aji juga memiliki keyakinan serupa. Meski mengakui musim 2026 belum berjalan sesuai harapan, pembalap Indonesia itu menilai peluang untuk memperbaiki hasil masih terbuka.
Mario menyebut performanya di sejumlah sirkuit belum maksimal. Namun, ia merasa kecepatan motornya tidak terlalu jauh dibandingkan pembalap-pembalap yang bersaing di kelompok kompetitif.
Ia bertekad memanfaatkan tiga seri tersisa untuk mengevaluasi kekurangan dan memperbaiki penampilan. Qatar menjadi salah satu tempat yang diharapkan bisa memberinya hasil lebih baik karena memiliki karakter lintasan favorit.
Mario juga menekankan pentingnya menjaga ketenangan selama balapan agar kecepatan yang dimiliki dapat dimaksimalkan.
Situasi Qatar Dinilai Kondusif
Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!




