Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Kodam IV/Diponegoro Buka Suara, Tiga Pria di Video Anies Baswedan Bukan Intel!

A
Penulis: Ari Arief❯

Viral di media sosial Anies Baswedan mengajak foto bareng sejumlah intel.
Viral di media sosial Anies Baswedan mengajak foto bareng sejumlah intel.


Advertisement

KALTIMPOST.ID,SEMARANG-Pihak Kodam IV/Diponegoro secara resmi membantah rumor yang menyebutkan bahwa Anies Baswedan dibuntuti oleh petugas intelijen saat berada di Jawa Tengah.

Klarifikasi ini menanggapi sebuah video viral yang memperlihatkan Anies berfoto bersama tiga pria di sebuah rumah makan.

Advertisement

Kapendam IV/Diponegoro, Kolonel Andy Soelistyo, menegaskan bahwa ketiga pria dalam video tersebut bukanlah anggota TNI aktif maupun petugas intelijen. Ia menyebut ketiganya merupakan mitra dari Kodim setempat.

"Informasi yang mengeklaim adanya intel memata-matai Bapak Anies Baswedan adalah tidak benar atau hoaks. Ketiga orang tersebut adalah mitra kami," jelas Andy saat dikonfirmasi, Selasa (3/2/2026).

Advertisement

Menurut penjelasan Andy, pertemuan tersebut terjadi tanpa sengaja pada Jumat, 30 Januari 2026, selepas waktu salat Jumat. Saat itu, para mitra Kodim sedang makan siang di Warung Soto Mbok Giyem, Karanganyar. Di saat yang bersamaan, Anies Baswedan juga berada di lokasi yang sama.

Pertemuan yang berlangsung spontan tersebut berlanjut dengan sesi foto bersama tanpa ada agenda pengawasan tertentu. Andy menekankan bahwa tidak ada aktivitas intelijen atau pemantauan khusus terhadap kegiatan Anies.

Isu ini mencuat setelah akun Instagram @merindink dan beberapa platform media sosial lainnya mengunggah video yang memperlihatkan Anies menghampiri sekelompok pria di sudut rumah makan. Dalam video tersebut, Anies terdengar berseloroh mengajak mereka berfoto daripada dilakukan secara sembunyi-sembunyi.

Ucapan Anies yang sempat menyinggung istilah "Korem" dan "Kodim" memicu beragam asumsi netizen yang menduga adanya pengawasan ketat. Namun, dengan adanya pernyataan resmi dari Kodam IV/Diponegoro, dipastikan bahwa kejadian tersebut hanyalah pertemuan kebetulan warga sipil dengan tokoh publik.

Pihak TNI pun mengimbau masyarakat agar tidak mudah termakan informasi yang kebenarannya tidak dapat dipertanggungjawabkan.(*)

Advertisement
Sudahkah Anda mengikuti channel whatsapp kami?
WhatsApp
Kaltim PostIkuti

Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!


Artikel Terkait

Survei IPO Agustus 2026: Prabowo Teratas 23,4 Persen, Dedi Mulyadi Mengekor 21,7 Persen

Survei IPO Agustus 2026: Prabowo Teratas 23,4 Persen, Dedi Mulyadi Mengekor 21,7 Persen

Survei IPO Agustus 2026 menempatkan Prabowo Subianto di posisi teratas dengan elektabilitas 23,4 persen.

Survei SMRC Terbaru: Elektabilitas Dedi Mulyadi Salip Prabowo Subianto, Simulasi Pilpres 2029 Berubah Drastis

Survei SMRC Terbaru: Elektabilitas Dedi Mulyadi Salip Prabowo Subianto, Simulasi Pilpres 2029 Berubah Drastis

Survei terbaru SMRC menempatkan Dedi Mulyadi sebagai tokoh dengan elektabilitas capres tertinggi sebesar 35 persen.

Viral Siswa SD 013 Sambutan Belajar di Lantai, Disdikbud Klarifikasi dan Panggil Kepsek

Viral Siswa SD 013 Sambutan Belajar di Lantai, Disdikbud Klarifikasi dan Panggil Kepsek

Kabar siswa SD 013 Sambutan yang disebut harus belajar dengan duduk di lantai dan menggunakan meja lipat menjadi perhatian publik.

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer