Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Bukan Cuma Soal Gizi, Program MBG Disebut Picu Lonjakan Motor Hingga 4,9 Juta Unit

D
Penulis: Dwi Puspitarini❯
Kepala Badan Gizi Nasional, Dadan Hindayana.
Kepala Badan Gizi Nasional, Dadan Hindayana.

KALTIMPOST.ID, Program Makan Bergizi Gratis (MBG) mulai menunjukkan dampak yang tak hanya terasa di meja makan masyarakat, tetapi juga merembet ke berbagai aktivitas ekonomi sehari-hari.


Advertisement

Kepala Badan Gizi Nasional, Dadan Hindayana, mengungkapkan bahwa program tersebut menciptakan efek berantai yang melampaui tujuan awalnya, yakni pemenuhan gizi.

Alih-alih berhenti pada peningkatan serapan hasil pertanian, MBG disebut ikut mendorong mobilitas kerja di daerah yang pada akhirnya berdampak pada naiknya kebutuhan kendaraan operasional.

“Ternyata dari data AHM, kita melihat angka penjualan motor mencapai 4,9 juta tahun 2025 dan ini terdongkrak oleh program MBG,” ujar Dadan.

Advertisement

Data yang dimaksud berasal dari PT Astra Honda Motor (AHM), salah satu pelaku utama industri sepeda motor nasional.

Angka tersebut menjadi sorotan karena menunjukkan adanya peningkatan aktivitas ekonomi yang tidak secara langsung dirancang dalam kebijakan MBG.

Mobilitas Lapangan Jadi Pemicu

Menurut Dadan, peningkatan pembelian sepeda motor berkaitan erat dengan operasional Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang kini tersebar di banyak wilayah.

Para petugas lapangan membutuhkan kendaraan untuk:

  • distribusi bahan pangan,
  • koordinasi dengan pemasok lokal,
  • menjangkau sekolah dan komunitas penerima manfaat,
  • memastikan logistik berjalan tepat waktu.

Kondisi ini membuat kendaraan roda dua menjadi alat kerja utama bagi banyak tenaga operasional baru.

Kebutuhan Kendaraan Operasional Ikut Naik

Tak hanya sepeda motor, kebutuhan kendaraan roda empat juga meningkat.
Setiap unit SPPG disebut memerlukan sedikitnya dua mobil untuk mendukung distribusi dan kegiatan operasional harian.

Advertisement

Dengan bertambahnya jumlah SPPG di berbagai daerah, permintaan kendaraan logistik otomatis ikut terdorong.

“Setiap SPPG membutuhkan kendaraan operasional agar distribusi berjalan lancar,” jelas Dadan.

Dari Program Sosial ke Efek Ekonomi Luas

MBG pada dasarnya dirancang sebagai program peningkatan kualitas gizi masyarakat sekaligus pemberdayaan sektor lokal, seperti:

  • petani dan peternak sebagai pemasok bahan pangan,
  • pelaku UMKM pengolahan makanan,
  • tenaga kerja distribusi dan logistik.

Namun dalam praktiknya, program ini juga menciptakan aktivitas ekonomi baru yang tidak direncanakan secara langsung, mulai dari kebutuhan transportasi hingga dukungan rantai pasok.

Fenomena inilah yang kemudian disebut sebagai multiplier effect atau efek berganda dari sebuah kebijakan publik.

Meski klaim adanya korelasi antara MBG dan peningkatan penjualan kendaraan menarik perhatian, sejumlah pelaku industri menilai dampak tersebut masih perlu dikaji lebih dalam.

Sebab, pasar otomotif juga dipengaruhi faktor lain seperti:

  • daya beli masyarakat,
  • pembiayaan kredit kendaraan,
  • pemulihan ekonomi pascapandemi,
  • aktivitas usaha di daerah.

Namun demikian, pernyataan BGN menunjukkan bahwa program sosial berskala besar dapat memicu pergerakan ekonomi lintas sektor secara tidak langsung.

MBG Tak Lagi Dipandang Sekadar Program Gizi

Dengan berbagai dampak yang mulai terlihat, MBG kini dipandang bukan hanya sebagai intervensi kesehatan masyarakat, tetapi juga sebagai kebijakan yang membuka lapangan kerja baru, meningkatkan aktivitas distribusi daerah dan mendorong perputaran ekonomi lokal.

Lonjakan penjualan motor yang disebut mencapai 4,9 juta unit pada 2025 menjadi salah satu indikator bagaimana kebijakan berbasis kebutuhan dasar dapat menciptakan efek ekonomi yang lebih luas dari perkiraan awal.

Jika tren ini berlanjut, MBG berpotensi menjadi contoh bagaimana program sosial dapat sekaligus menjadi penggerak aktivitas ekonomi nasional, meski diskusi soal besarnya kontribusi masih terus berlangsung.***

Advertisement
Sudahkah Anda mengikuti channel whatsapp kami?
WhatsApp
Kaltim PostIkuti

Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!


Artikel Terkait

Uang Rp24,9 Miliar hingga Pesawat Disita Kejagung dari Kasus Motor Listrik BGN

Uang Rp24,9 Miliar hingga Pesawat Disita Kejagung dari Kasus Motor Listrik BGN

Kejagung menyita uang Rp24,9 miliar dan sejumlah aset dalam penyidikan kasus dugaan korupsi motor listrik BGN.

Wawali Balikpapan Tinjau Dapur MBG , Tegaskan Komitmen Angkat Ekonomi Petani dan UMKM Lokal

Wawali Balikpapan Tinjau Dapur MBG , Tegaskan Komitmen Angkat Ekonomi Petani dan UMKM Lokal

Wakil Wali Kota Balikpapan Bagus Susetyo meninjau Dapur MBG Sepinggan 7. Program MBG dinilai tak hanya memenuhi kebutuhan gizi.

Daftar Daerah 137 Kepala Dapur SPPG Dicopot BGN, Terbanyak Jawa Barat, Disusul Lampung

Daftar Daerah 137 Kepala Dapur SPPG Dicopot BGN, Terbanyak Jawa Barat, Disusul Lampung

BGN mencopot 137 kepala dapur SPPG di seluruh Indonesia setelah evaluasi terhadap berbagai pelanggaran dalam pelaksanaan MBG.

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer