Harga Beras Naik di 83 Daerah, Bapanas Minta Percepat Distribusi Bulog

KALTIMPOST.ID, Badan Pangan Nasional (Bapanas) memberikan instruksi khusus kepada Perum Bulog untuk mempercepat penyaluran beras ke masyarakat.
Langkah ini diambil karena harga beras terpantau masih mengalami kenaikan di sejumlah titik, meskipun secara rata-rata nasional kondisi sebenarnya masih relatif aman dan terkendali.
Berdasarkan data terbaru dari Badan Pusat Statistik (BPS) pada minggu kedua April 2026, tantangan terkait harga beras ini terlihat nyata di 83 kabupaten dan kota.
Bahkan, 41 wilayah di antaranya mencatatkan harga yang sudah melampaui Harga Eceran Tertinggi (HET), terutama di wilayah Sumatera Utara hingga Sulawesi Utara.
Pemerintah terus berupaya melakukan intervensi pasar agar harga beras medium tidak membebani kantong masyarakat.
Melalui program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP), pemerintah menargetkan penyaluran beras dalam skala besar untuk meredam gejolak di tingkat pedagang eceran maupun pasar tradisional.
Target Penyaluran Beras yang Belum Maksimal
Pemerintah sebenarnya telah memasang target yang cukup ambisius untuk menjaga stabilitas pangan tahun ini.
Bapanas menargetkan penyaluran beras melalui program SPHP bisa menyentuh angka 828 ribu ton hingga akhir tahun 2026.
Namun, hingga memasuki pertengahan April, jumlah yang tersalurkan baru berada di kisaran 111,2 ribu ton atau masih jauh dari target total yang ditetapkan.
Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!




