Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Purbaya Ancam Copot Dirjen Bea Cukai Jika Terbukti Terima Suap

D
Penulis: Dwi Puspitarini❯
Menkeu Purbaya.
Menkeu Purbaya.

Advertisement

KALTIMPOST.ID - Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan akan memberhentikan Direktur Jenderal Bea dan Cukai, Djaka Budhi Utama, apabila terbukti menerima suap dalam kasus Blueray Cargo milik terdakwa John Field. Pernyataan tersebut disampaikan Purbaya sebagai respons atas proses persidangan yang tengah berjalan dan menyeret nama pejabat di lingkungan Direktorat Jenderal Bea dan Cukai. Pemerintah, menurut dia, akan bertindak tegas terhadap pejabat yang terbukti melakukan pelanggaran hukum, sejalan dengan arahan Presiden RI Prabowo Subianto untuk membersihkan birokrasi dari praktik korupsi.

Purbaya menegaskan dirinya tidak akan mencampuri jalannya proses hukum yang sedang berlangsung di pengadilan. Namun, ia memastikan tindakan tegas akan diambil apabila persidangan membuktikan adanya keterlibatan dalam kasus tersebut.

“Kalau persidangan, saya nggak akan ikut campur. Saya lihat saja seperti apa hasilnya. Kalau terbukti (bersalah), harusnya iya (dicopot),” kata Purbaya saat dikonfirmasi wartawan di kantor Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Jakarta, Kamis, yang dikutip dari Antaranews.com.

Advertisement

Prabowo Minta Bea Cukai Segera Dibenahi

Presiden Prabowo sebelumnya telah memberikan perhatian khusus terhadap kinerja Direktorat Jenderal Bea dan Cukai. Dalam Rapat Paripurna DPR RI di Gedung Nusantara, Kompleks Parlemen, Jakarta, Rabu (20/5), Prabowo meminta Menteri Keuangan segera melakukan evaluasi terhadap pimpinan Bea Cukai apabila dinilai tidak mampu menjalankan tugas dengan cepat dan efektif.

Advertisement

“Bea Cukai kita harus diperbaiki. Menteri Keuangan, kalau pimpinan Bea Cukai tidak mampu segera diganti,” ujar Prabowo di hadapan anggota DPR RI dan pejabat negara.

Presiden menilai reformasi birokrasi harus dilakukan secara serius agar pelayanan publik berjalan lebih baik dan tidak menghambat pertumbuhan ekonomi nasional. Ia juga menegaskan bahwa praktik korupsi, penyalahgunaan wewenang, dan pungutan liar masih menjadi persoalan yang dikeluhkan para pelaku usaha.

Menurut Prabowo, pemerintah harus menunjukkan keberanian dalam memperbaiki institusi negara agar lebih profesional dan bebas dari praktik korupsi. Ia meminta seluruh kementerian dan lembaga melakukan pembenahan internal secara menyeluruh.

“Kita harus berani memperbaiki institusi-institusi kita semuanya. Kita harus terus membangun pemerintah yang kuat dan tidak korup,” kata Prabowo.

Pengusaha Keluhkan Pungli dan Hambatan Birokrasi

Dalam pidatonya, Prabowo juga menyoroti banyaknya keluhan dari kalangan pengusaha terkait praktik pungutan liar yang dinilai menghambat aktivitas industri dan investasi di Indonesia. Menurut dia, persoalan tersebut tidak boleh dibiarkan karena dapat memengaruhi daya saing ekonomi nasional.

"Para pengusaha mengeluh, mereka mengalami pungli-pungli yang terlalu banyak," ucap Prabowo.

Advertisement
Sudahkah Anda mengikuti channel whatsapp kami?
WhatsApp
Kaltim PostIkuti

Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!


Artikel Terkait

Gatot Heroe Resmi Ditahan! Terseret Kasus Suap Blueray Cargo, Moge BMW, Triumph, Kawasaki Disita

Gatot Heroe Resmi Ditahan! Terseret Kasus Suap Blueray Cargo, Moge BMW, Triumph, Kawasaki Disita

KPK menahan Kepala Bea Cukai Kediri Gatot Heroe dalam pengembangan kasus suap impor Blueray Cargo dengan dugaan aliran uang Rp91 miliar.

Raffi Ahmad Buka Suara Usai Terseret Kasus Suap Bea Cukai, Kini Gandeng Hotman Paris

Raffi Ahmad Buka Suara Usai Terseret Kasus Suap Bea Cukai, Kini Gandeng Hotman Paris

Raffi Ahmad gandeng pengacara kondang Hotman Paris untuk meluruskan tudingan yang menerpanya.

Nama Raffi Ahmad Disebut dalam Sidang Kasus Suap Bea Cukai, Ini Kata KPK

Nama Raffi Ahmad Disebut dalam Sidang Kasus Suap Bea Cukai, Ini Kata KPK

Nama Raffi Ahmad disebut dalam persidangan kasus dugaan suap importasi di Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC)

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer