
KALTIMPOST.ID, Bulan Zulhijah selalu menjadi salah satu waktu yang penuh keutamaan bagi umat Islam. Memasuki 10 hari pertama Zulhijah 1447 Hijriah atau bertepatan dengan tahun 2026, umat Muslim kembali dianjurkan memperbanyak ibadah dan amal saleh menjelang Hari Raya Iduladha.
Dalam berbagai penjelasan ulama maupun keterangan dari Kementerian Agama Republik Indonesia, sepuluh hari awal Zulhijah disebut sebagai periode terbaik untuk meningkatkan kualitas ibadah, termasuk menjalankan puasa sunnah sejak tanggal 1 hingga 9 Zulhijah.
Di antara puasa sunnah yang paling banyak diamalkan adalah puasa Tarwiyah pada 8 Zulhijah atau 25 Mei 2026 serta puasa Arafah pada 9 Zulhijah atau 26 Mei 2026. Kedua ibadah ini diyakini memiliki pahala dan keutamaan besar bagi umat Islam yang menjalankannya.
Niat Puasa Sunnah Zulhijah
Puasa sunnah pada awal bulan Zulhijah memiliki tata cara yang sama seperti puasa sunnah lainnya. Niat dilakukan dalam hati sebelum terbit fajar dan dianjurkan untuk dilafalkan.
Lafal niat puasa Zulhijah secara umum berbunyi:
“Nawaitu shauma ghadin ‘an ada’i sunnati syahri dzil hijjah lillahi ta’ala.”
Artinya: “Saya berniat puasa sunnah bulan Zulhijah esok hari karena Allah Ta’ala.”
Sementara untuk puasa Arafah, niatnya menyesuaikan jenis ibadah yang dijalankan, yakni puasa sunnah Arafah. Para ulama menegaskan bahwa kehadiran niat di dalam hati sudah cukup sebagai syarat sah puasa sunnah.
Keutamaan Puasa 1–9 Zulhijah
Sepuluh hari pertama Zulhijah dikenal sebagai waktu yang sangat mulia dalam Islam. Dalam sejumlah hadis disebutkan bahwa tidak ada hari yang lebih dicintai Allah untuk melakukan amal saleh selain hari-hari tersebut.
Karena itu, berbagai ibadah seperti salat sunnah, sedekah, zikir, membaca Al-Qur’an, hingga puasa dianjurkan untuk diperbanyak.
Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!




