Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Karhutla Kaltim Bikin Petugas Harus Keluar Uang Sendiri, Ada Apa?

D
Penulis: Dwi Puspitarini❯
KARHUTLA: Petugas gabungan dan tim KPHL Balikpapan melakukan penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang melanda kawasan APL di KM 24 Balikpapan Utara.
Ilustrasi. Petugas melakukan penanganan karhutla Kaltim di tengah keterbatasan anggaran. Sejumlah petugas disebut harus menggunakan uang pribadi terlebih dahulu untuk memenuhi kebutuhan selama berada di lapangan.

Advertisement

KALTIMPOST.ID - Penanganan karhutla Kaltim terus dilakukan meski petugas menghadapi keterbatasan anggaran. Kondisi tersebut membuat sejumlah petugas harus mengambil langkah sementara agar kegiatan pemadaman di lapangan tetap berjalan.

Karhutla Kaltim menjadi perhatian karena kebakaran terjadi di sejumlah wilayah ketika anggaran penanganan masih dalam proses pencairan. Bahkan, sebagian petugas disebut menggunakan uang pribadi terlebih dahulu untuk memenuhi kebutuhan selama menjalankan tugas.

Kepala Dinas Kehutanan Kaltim Rusmadi membenarkan kondisi tersebut. Menurut dia, keterbatasan anggaran sempat menyulitkan pembiayaan kebutuhan petugas yang turun langsung menangani karhutla Kaltim.

Advertisement

"Makanya saya 'berteriak' terus sama Bu Sekda, sama Pak Gubernur. Kalau kita bergerak di lapangan, enggak mungkin, Pak, saya bilang. Mereka perlu makan, minum. Sementara uang yang ada kena pemangkasan," ujar Rusmadi, dilansir dari CNN, Sabru (29/8).

Anggaran Terbatas Tak Menghentikan Penanganan Karhutla Kaltim

Advertisement

Persoalan anggaran penanganan karhutla Kaltim telah disampaikan Rusmadi kepada Sekretaris Daerah (Sekda) Kaltim. Langkah tersebut dilakukan agar petugas tetap memiliki dukungan untuk menjalankan tugas di lapangan.

"Tapi saya tidak mungkin bicara sama Pak Gubernur, hanya saya bicara sama Bu Sekda. 'Bu Sekda, carikan solusinya.' Alhamdulillah disetujui," katanya.

Dinas Kehutanan Kaltim mendapatkan alokasi sekitar Rp19 miliar. Namun, dana tersebut tidak seluruhnya digunakan untuk karhutla Kaltim karena terdapat kebutuhan lain di sektor kehutanan, termasuk pemulihan ekosistem.

"Rp19 miliar itu dibagi, ada itemnya. Ada yang untuk pemulihan ekosistem, ada karhutla. Jadi bukan Rp19 miliar semuanya untuk karhutla, cuma Dinas Kehutanan kebagian Rp 19 miliar," jelas Rusmadi.

Anggaran tersebut berasal dari Dana Bagi Hasil (DBH) FCPF. Pencairannya masih membutuhkan waktu karena terdapat proses pergeseran anggaran.

"Anggaran FCPF itu anggaran dari pusat. DBH, Dana Bagi Hasil. Mudah-mudahan secepatnya, paling lambat bulan September. Karena ada pergeseran. Enggak bisa juga kita paksakan kalau belum waktunya," ujar Rusmadi.

Advertisement
Sudahkah Anda mengikuti channel whatsapp kami?
WhatsApp
Kaltim PostIkuti

Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!


Artikel Terkait

Dana Karbon Kaltim Perlu Diperkuat untuk Mitigasi Karhutla

Dana Karbon Kaltim Perlu Diperkuat untuk Mitigasi Karhutla

Dana karbon Kaltim dari skema RBP REDD+ diarahkan untuk memperkuat mitigasi karhutla dan kesiapsiagaan Masyarakat Peduli Api sebelum bencana

Perkuat Kesiapsiagaan Masyarakat, Pama Site Kideco Gelar Pelatihan Pemadaman Api Karhutla

Perkuat Kesiapsiagaan Masyarakat, Pama Site Kideco Gelar Pelatihan Pemadaman Api Karhutla

PAMA KIDE menggelar pelatihan pencegahan dan pemadaman karhutla bagi 47 anggota Masyarakat Peduli Api di Batu Sopang.

Kaltim Prioritas, Kemenkes Targetkan 10.600 Alat Diagnostik Molekuler TBC Masuk Puskesmas 2027

Kaltim Prioritas, Kemenkes Targetkan 10.600 Alat Diagnostik Molekuler TBC Masuk Puskesmas 2027

Kemenkes targetkan 10.600 alat diagnostik & rontgen AI di puskesmas pada 2027-2028 untuk perkuat skrining TBC hingga wilayah Kaltim.

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer