Pengadaan LED Rp535 Miliar Dibatalkan BGN, Sudaryono: Sudah Kami Cancel

KALTIMPOST.ID - Pengadaan LED Rp535 miliar di Badan Gizi Nasional (BGN) menjadi sorotan setelah informasinya ramai dibicarakan di media sosial. Kepala BGN Sudaryono memastikan proses pengadaan LED Rp535 miliar tersebut telah dibatalkan.
Sudaryono mengatakan pengadaan LED Rp535 miliar itu tidak dilakukan ketika dirinya bersama dua Wakil Kepala BGN mulai menjabat. Menurutnya, proses pengadaan sudah berjalan lebih dahulu sebelum kepemimpinan mereka masuk ke BGN.
"Kami belum ada di situ ya. Dan begitu kami Juli kami masuk, kami dilaporkan ini, ini kemudian ini keputusan kami cancel," kata Sudaryono, dilansir dari inews, Jumat (3/9/2026)..
Pernyataan tersebut disampaikan Sudaryono untuk meluruskan informasi yang beredar. Sebab, narasi mengenai pengadaan LED Rp535 miliar disebut seolah-olah mengaitkan dirinya dan dua Wakil Kepala BGN dengan proses pengadaan tersebut.
Sudaryono menjelaskan, proses pengadaan LED Rp535 miliar telah dimulai sejak 1 April 2026. Sementara itu, ia bersama jajaran pimpinan baru BGN baru masuk pada Juli 2026.
Karena itu, Sudaryono menegaskan dirinya tidak berada dalam proses awal pengadaan tersebut. Setelah mengetahui adanya proses tersebut, pihaknya kemudian mengambil keputusan untuk menghentikannya.
Baca Juga: Gawat! Kylian Mbappe Jadi Salah Satu Target Penculikan, Presiden Prancis Langsung Kasih Peringatan
Penjelasan ini menjadi salah satu poin penting yang disampaikan Sudaryono di tengah ramainya pembahasan mengenai pengadaan LED Rp535 miliar di ruang publik.
BGN Menilai Alasan Pengadaan Tidak Masuk Akal
Selain persoalan waktu, BGN juga menemukan alasan yang digunakan dalam pengadaan LED Rp535 miliar dinilai tidak masuk akal.
Sudaryono mengatakan ada lebih dari satu pertimbangan yang membuat pengadaan tersebut dihentikan. Ia menyebut alasan pengadaan sebagai salah satu persoalan yang ditemukan.
"Keputusannya kami cancel. Kenapa? Satu, alasannya cukup mengada-ada. Yang kedua, pagu anggarannya nggak ada, jadi kalau diadakan pasti keliru," kata Sudaryono, dilansir dari inews, Jumat (3/9/2026).
Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!



