Daftar 22 Platform Berisiko Tinggi bagi Anak Resmi Dirilis Komdigi: Ada Lazada, Pinterest, YouTube

KALTIMPOST.ID, Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) mengungkap 22 Produk, Layanan, dan Fitur (PLF) berprofil risiko tinggi bagi anak.
Daftar tersebut merupakan hasil evaluasi enam bulan penerapan Peraturan Pemerintah Nomor 17 Tahun 2025 atau PP TUNAS.
Evaluasi tersebut disampaikan dalam konferensi pers di Kantor Komdigi, Jakarta Pusat, Senin, 14 September 2026.
Menteri Komunikasi dan Digital Meutya Hafid mengatakan, evaluasi dilakukan untuk memastikan kewajiban pelindungan anak tidak berhenti pada pemenuhan administrasi, tetapi diterapkan secara nyata oleh penyelenggara platform digital.
Baca Juga: Prabowo Siapkan Perubahan Besar Rekrutmen Guru, Pengangkatan Bakal Kembali ke Pemerintah Pusat
“Enam bulan ini menjadi tahap penting untuk melihat apakah kewajiban perlindungan anak benar-benar dijalankan oleh platform. Kami melihat ada platform yang sudah mengambil langkah konkret, tetapi masih ada yang perlu memenuhi kewajibannya,” kata Meutya.
Hingga 6 September 2026, sebanyak 252 PLF dari 94 Penyelenggara Sistem Elektronik (PSE) telah menyelesaikan self-assessment.
Komdigi kemudian memverifikasi 60 PLF, terdiri atas 38 PLF berprofil risiko rendah dan 22 PLF berprofil risiko tinggi.
Profil risiko tinggi berarti layanan tersebut tidak aman bagi anak atau tidak boleh memberikan akses kepada akun anak di bawah usia 16 tahun sesuai ketentuan pelindungan anak.
Berikut 22 PLF yang masuk profil risiko tinggi:
- Aplikasi Lazada
- Situs Web Lazada
- Blibli
- BMoney
- Vidio
- Hago App
- SnackVideo
- X
- Sola Mahjong
- Goddess of Victory: NIKKE
- Age of Empires Mobile
- Valorant
- Teamfight Tactics Mobile
- Apple Podcasts
- WeTV
- MAXStream TV
- Discord
- Telegram Messenger
- YouTube
- Ludo World-Ludo Superstar
- Crossfire: Legends
Dari 22 PLF tersebut, sebanyak 14 telah ditetapkan melalui Keputusan Direktur Jenderal Pengawasan Ruang Digital.
Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!




