Akun Instagram Gerakan Protes Anti-Presiden Sempat Diblokir, Meta Minta Maaf

KALTIMPOST.ID, Sejumlah akun Instagram milik penyelenggara dan peserta gerakan protes No Kings di Amerika Serikat sempat mengalami penangguhan massal selama sekitar satu jam pada Sabtu pekan lalu. Penangguhan tersebut terjadi secara bersamaan saat aksi unjuk rasa meluas untuk mengecam kebijakan pemerintah, termasuk program deportasi agresif di bawah kepemimpinan Presiden Donald Trump serta kebijakan konflik Iran.
Menanggapi insiden tersebut, pihak Meta secara resmi menyampaikan permohonan maaf dan mengonfirmasi bahwa penutupan akun terjadi akibat kesalahan pada sistem otomatisasi mereka.
Juru Bicara Meta, Andy Stone, menjelaskan bahwa lonjakan pemakaian yang terjadi dalam rentang waktu sangat singkat terdeteksi oleh sistem sebagai aktivitas tidak wajar.
"Lonjakan permintaan dalam jumlah besar secara berturut-turut menyerupai pola lalu lintas bot otomatis, bukan aktivitas manusia biasa. Hal ini memicu sistem perlindungan otomatis kami secara keliru menonaktifkan sejumlah akun Instagram No Kings," ujar Stone.
Stone menambahkan bahwa pihak perusahaan memerlukan waktu untuk memulihkan akses akun-akun yang terdampak serta memulihkan stabilitas sistem.
Pendemo Nilai Penjelasan Meta Belum Cukup
Meski Meta telah menyampaikan permohonan maaf secara terbuka, koalisi pengunjuk rasa menyatakan tidak puas atas penjelasan tersebut. Mereka menilai tindakan pemblokiran tidak hanya menyasar akun utama, melainkan juga berdampak pada pembatasan jangkauan konten di seluruh platform milik Meta.
Melalui pernyataan di platform BlueSky, koalisi No Kings menyebut adanya laporan bahwa unggahan terkait aksi protes hingga informasi pemungutan suara awal sempat dibatasi peredarannya.
Pihak penyelenggara mendesak Meta untuk memberikan jawaban yang lebih transparan, bentuk akuntabilitas yang jelas, serta jaminan perlindungan konkret agar insiden serupa tidak terulang di kemudian hari.
Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!

