
KALTIMPOST.ID, Badan Gizi Nasional (BGN) memperketat standar operasional seluruh Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG). Langkah tersebut dilakukan demi menjamin mutu serta keamanan pangan dalam pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Salah satu aturan mendasar yang kini diwajibkan adalah kepemilikan Sertifikat Laik Higiene dan Sanitasi (SLHS) bagi tiap dapur penyedia. Tak hanya soal kebersihan, BGN juga menetapkan standar SDM dengan mewajibkan ketersediaan tenaga masak profesional di tiap unit.
"Terus kemudian kami wajibkan semua dapur harus punya juru masak atau ada chef-nya. Kalau enggak ada chef-nya, kacau," ujar Kepala BGN Sudaryono dalam paparannya di Gedung Usmar Ismail Hall, Jakarta.
Sudaryono menegaskan bahwa operasional Dapur SPPG harus dijaga pada standar profesional. Meski mengedepankan kualitas tinggi, BGN memilih tidak menyerahkan seluruh proyek ini kepada korporasi katering raksasa demi menjaga semangat pemberdayaan ekonomi warga lokal.
"Kalau mau enggak ada masalah sama sekali, dikasih saja ke perusahaan katering besar. Mungkin tiga atau empat biji, sudah pasti standarnya bagus semua. Tapi kan enggak. Kita mau ada pemberdayaan," jelasnya.
Menyadari masih banyaknya petugas SPPG yang belum terbiasa dengan standar dapur modern, BGN menyiapkan serangkaian pelatihan kompetensi. Merekam kebiasaan kerja yang higienis di lapangan menjadi fokus utama pelatihan tersebut.
"Dia biasa motong kubis di lantai di rumahnya, begitu disuruh motong di meja, enggak bisa. Ini harus di-training," kata Sudaryono.
Guna memastikan aturan di lapangan berjalan dengan ketat, BGN berkoordinasi dengan Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri). Para kepala daerah nantinya diterjunkan langsung untuk melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke tiap-tiap dapur SPPG.
"Kemarin kami sudah koordinasi dengan Pak Mendagri, jadi nanti kepala daerah itu semua sidak dapur. Jadi standar dapurnya dan kapasitas dapurnya semua dinilai. Ini adalah inovasi kita," tutur Sudaryono.
Sistem pengawasan digital juga disiapkan sebagai langkah penguatan. Setelah menjalankan piloting di sekitar 70 titik, BGN akan memperluas jangkauan pengawasan dengan mengintegrasikan sekitar 300 unit CCTV dapur ke sistem pusat yang didukung kecerdasan buatan (Artificial Intelligence).
Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!




