Naskah Khutbah Jumat Hari Sumpah Pemuda 2026: Pemuda Kritis, Berani, dan Berpegang pada Nilai Agama

KALTIMPOST.ID, Semangat Sumpah Pemuda bukan sekadar mengenang perjuangan generasi 1928, tetapi juga sebagai pengingat pentingnya peran anak muda bagi masa depan bangsa.
Melalui khutbah Jumat ini, jamaah diajak memahami bahwa kepedulian terhadap persoalan masyarakat, keberanian menyampaikan aspirasi, dan semangat memperjuangkan kebaikan merupakan bagian dari nilai-nilai yang diajarkan Islam.
Simak khutbah Jumat terbaru bertema Sumpah Pemuda yang mengulas peran generasi muda dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.
Baca Juga: Khutbah Jumat PDF, 30 Oktober: Orang yang Rajin Salat dan Puasa, tetapi Bangkrut di Akhirat
Naskah khutbah Jumat ini mengajak umat untuk tidak bersikap apatis terhadap persoalan publik, sekaligus mengingatkan pentingnya menyampaikan kritik secara bijak, menjaga persatuan, dan mengedepankan tanggung jawab.
Naskah khutbah Jumat terbaru ini dapat menjadi referensi materi khutbah yang relevan dengan momentum Hari Sumpah Pemuda.
Khutbah I
الْحَمْدُ لِلَّهِ الَّذِيْ شَرَّفَ الأَنَاَمَ بِصَاحِبِ الْمَقَامِ الأعْلَى. وَكَمَّلَ السُّعُوْدَ بِأَكْرَمِ مَوْلُوْدٍ. أَشْهَدُ أنْ لاإلهَ إلاّ اللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ وَأشْهَدُ أنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ الْمَبْعُوْثُ بِالْحُجَّةٍ الَبَالِغَةِ وَحُسْنِ الْبَيَانِ. أللّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَأصْحَابِهِ أجْمَعِيْنَ. أمَّا بَعْدُ. فَيَا عِبَادَ اللهِ أًوْصِيْكُمْ وَنَفْسِي بِتَقْوَى اللهِ وَقَدْ فَازَ الْمُتَّقُوْنَ. اتَّقُوْا اللهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلا تَمُوْتُنَّ اِلاَّ وَأَنْتُمْ مُسْلِمُوْنَ. قَالَ اللهُ تَعَالَى: وَمَنْ يَّتَّقِ اللهَ يَجْعَلْ لَهُ مَخْرَجًا، وَيَرْزُقْهُ مِنْ حَيْثُ لَايَحْتَسِبُ
Jamaah kaum muslimin yang dimuliakan Allah
Khatib tidak pernah bosan mengingatkan sekaligus mengajak untuk meningkatkan ketakwaan kita kepada Allah. Ketakwaan di sini tidak hanya dalam masalah ibadah mahdhah antara hamba dan Tuhannya, melainkan juga meliputi ibadah sosial dalam bersikap dan bermuamalah antar sesama. Di antara sikap yang dapat dikategorikan sebagai ibadah sosial itu adalah mendukung dan mengapresiasi antar sesama dalam kebaikan, termasuk mengenai saling mengingatkan dalam masalah kebaikan (tawashaw bil haq).
Dalam konteks itu, belakangan ini kita melihat sekelompok anak muda yang dengan lantang dan tidak gentar menyuarakan sikap-sikap kritis atas isu-isu publik yang sedang ramai. Hal ini mengingatkan pada momen bersejarah bangsa ini, yaitu 28 Oktober 1928 lahirnya Sumpah Pemuda sebagai komitmen sekaligus kesadaran kaum terpelajar untuk bersatu dalam melawan penjajahan.
Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!




