KALTIMPOST.ID, Pemerintah telah mengumumkan pencairan BLT Kesra Rp900 ribu dan bantuan pangan dari Bulog sudah mulai berjalan.
Namun banyak warga mulai resah karena saldo di Kartu Keluarga Sejahtera (KKS) mereka masih kosong. Ternyata proses pencairan dana bantuan ini tidak sesederhana menekan tombol “transfer”.
Menurut informasi terbaru yang dikutip dari kanal YouTube Diary Bansos, pemerintah sudah menyalurkan dana dari kas negara ke bank-bank Himbara seperti BRI, BNI, Mandiri, dan BSI.
Tapi, distribusi ke rekening Keluarga Penerima Manfaat (KPM) dilakukan bertahap untuk memastikan data penerima benar-benar valid dan tidak tumpang tindih.
Pemerintah menjelaskan, pencairan BLT Kesra Rp900 ribu ini akan berlangsung mulai November hingga akhir Desember 2025, menjangkau 8 juta keluarga di seluruh Indonesia.
Artinya, sebagian penerima mungkin baru melihat saldo masuk pada akhir November atau bahkan Desember.
Sementara itu, bantuan pangan dari Perum Bulog justru sudah mulai terasa nyata di lapangan.
Di Kabupaten Tanah Datar, Sumatera Barat, sejumlah warga telah menerima undangan resmi untuk mengambil 20 kg beras dan 4 liter minyak goreng.
Undangan ini memuat jadwal dan aturan ketat, bila bantuan tidak diambil dalam waktu lima hari tanpa alasan jelas, nama penerima bisa digantikan oleh orang lain.
Program ini merupakan penebalan bantuan di luar program rutin seperti PKH dan BPNT, dengan tujuan membantu warga menghadapi kenaikan harga kebutuhan pokok menjelang akhir tahun.
Menariknya, beberapa penerima juga melaporkan saldo BPNT tahap 3 sudah mulai masuk ke KKS baru hasil migrasi dari PT Pos ke bank Himbara, dengan nominal yang bervariasi antara Rp600 ribu hingga Rp750 ribu.
Namun, untuk tahap 4 (Oktober–Desember 2025), data di sistem SIKS-NG (Sistem Informasi Kesejahteraan Sosial) masih dalam proses pembaruan dan validasi di tingkat pusat.
Baca Juga: Isu Data Bansos PKH dan BPNT Sempat Hilang Dari Sistem, Kemensos Pastikan Bansos Tidak Dibatalkan
Pemerintah menegaskan agar masyarakat tidak mudah percaya pada isu pencairan palsu yang banyak beredar di media sosial.
Semua informasi resmi hanya akan diumumkan melalui kanal resmi Kemensos, Bulog, dan Bapanas.
Dengan berbagai bantuan, mulai dari beras 20 kg, minyak goreng 4 liter, BPNT, hingga BLT Kesra Rp900 ribu, pemerintah berharap warga dapat lebih tenang menghadapi tekanan ekonomi menjelang akhir tahun.***
Editor : Dwi Puspitarini