KALTIMPOST.ID, Presiden Indonesia, Prabowo Subianto, menjadi sorotan dunia saat menghadiri KTT APEC 2025 yang digelar di Gyeongju, Korea Selatan, pada 31 Oktober-1 November 2025.
Dalam forum internasional yang membahas isu ekonomi dan kerja sama regional ini, Prabowo juga menyinggung fenomena K Pop yang menurutnya memiliki pengaruh besar bagi generasi muda Indonesia.
Dalam pertemuan bilateral dengan Presiden Korea Selatan, Lee Jae myung, Prabowo menyoroti antusiasme anak muda Indonesia terhadap musik dan tarian K Pop.
Ia menyatakan bahwa fenomena K Pop bukan sekadar hiburan, melainkan juga dapat menjadi alat diplomasi budaya yang memperkuat hubungan antarnegara.
Baca Juga: Vietnam Tengah Dilanda Banjir Parah, Kota Wisata Hoi An Lumpuh
Prabowo menyebut, “Anak muda Indonesia tergila-gila dengan K Pop, dan hal ini menunjukkan betapa kuatnya pengaruh budaya Korea di tingkat global.”
Menurut Prabowo, pembahasan K Pop dalam forum internasional seperti APEC bisa menjadi jembatan untuk membangun konektivitas budaya dan ekonomi antara Indonesia dan Korea Selatan.
Ia menambahkan bahwa memahami tren budaya populer dunia memungkinkan Indonesia memanfaatkan soft power secara efektif, sekaligus membuka peluang kerja sama di sektor industri kreatif dan ekonomi kreatif.
Selain isu budaya, Prabowo juga membahas kerja sama ekonomi, investasi, dan teknologi antara Indonesia dan Korea.
Kehadirannya menegaskan bahwa diplomasi budaya dan ekonomi bisa berjalan beriringan.
Baca Juga: Bunga Cuma 0,5 Persen! Ini Strategi Baru Purbaya Dorong Ekonomi Daerah Tanpa Bebani APBN
Dengan mengangkat topik K Pop, Prabowo berhasil menarik perhatian media internasional sekaligus menegaskan bahwa generasi muda Indonesia adalah bagian penting dari strategi pembangunan nasional.
Pernyataan Prabowo ini mendapat respons positif dari anak muda Indonesia, yang merasa bangga karena hobi dan minat mereka diakui secara resmi oleh Presiden.
Banyak penggemar K Pop menyoroti fakta bahwa budaya populer dapat masuk ke ranah diplomasi internasional, membuka jalan bagi kolaborasi kreatif dan pertukaran budaya.
Langkah Prabowo menunjukkan bahwa K Pop bukan sekadar tren hiburan, tetapi juga sarana strategis dalam membangun hubungan internasional. ***
Editor : Dwi Puspitarini