Utama Samarinda Balikpapan Kaltim IKN Nasional Olahraga Bisnis Lifestyle Opini Sosbis Hiburan Kesehatan

Selat Hormuz Diblokade, Menko Airlangga Waspadai Kenaikan Harga BBM Nasional

Ari Arief • Senin, 2 Maret 2026 | 17:31 WIB

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto.
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto.

KALTIMPOST.ID,JAKARTA-Ketegangan yang melibatkan Israel, Amerika Serikat, dan Iran kini mulai mengguncang pasar energi global.

Keputusan Iran untuk menutup Selat Hormuz memicu lonjakan harga minyak dunia hingga 10%.

Kondisi ini diperkirakan akan memberikan tekanan pada harga bahan bakar minyak (BBM) di dalam negeri.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, menjelaskan bahwa gejolak di Timur Tengah tersebut mengganggu stabilitas rantai pasokan minyak secara global.

Baca Juga: Kaltim Heboh Mobil Mewah, Kalbar Justru Punya Wagub yang Hobi Naik Sepeda Motor ke Kantor

Ia membandingkan situasi saat ini dengan krisis energi yang terjadi saat awal konflik Ukraina dimulai.

"Kenaikan harga merupakan konsekuensi otomatis, serupa dengan dampak yang kita rasakan saat perang di Ukraina meletus," ujar Airlangga di Jakarta, Senin (2/3).

Respons Global dan Produksi OPEC+

Baca Juga: Ambulans Rp9 Miliar Ramai Disorot, Ini Klarifikasi Pemkab Kutim

Saat ini, harga minyak mentah dunia telah menembus angka USD 80 per barel. Meskipun ada ancaman kenaikan harga BBM, Airlangga menyebut ada faktor penyeimbang, yakni upaya Amerika Serikat dan negara-negara OPEC untuk memacu kapasitas produksi mereka guna menstabilkan pasar.

Berdasarkan laporan Reuters, aliansi OPEC+ tengah mempertimbangkan untuk menambah pasokan hingga 411.000 barel per hari.

Angka ini jauh lebih besar dari rencana awal yang hanya sebesar 137.000 barel per hari.

Pemerintah Indonesia sendiri memilih untuk bersikap waspada sambil terus memantau perkembangan durasi konflik sebelum merumuskan kebijakan lebih lanjut.

Dampak Penutupan Jalur Strategis

Baca Juga: Belum Lepas dari Zona Bahaya, PSIS Semarang Curi Poin di Kandang Persiba Balikpapan

Pemblokiran Selat Hormuz oleh Iran merupakan respons atas serangan militer gabungan AS dan Israel.

Akibatnya, jalur distribusi energi utama dunia tersebut terhenti. Sejumlah perusahaan minyak raksasa dan pemilik kapal tanker kini memilih untuk menangguhkan pengiriman minyak mentah, bahan bakar, serta gas alam cair (LNG) demi faktor keamanan.

"Kami memutuskan untuk menghentikan operasional kapal selama beberapa hari ke depan sambil memantau situasi," ungkap seorang petinggi perusahaan perdagangan internasional, sebagaimana dilaporkan Independent.(*)

Editor : Dwi Puspitarini
#harga #selat hormuz #bbm #minyak dunia