KALTIMPOST.ID, SALATIGA-Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kota Salatiga mendadak jadi sorotan publik setelah sebuah video komplain dari pihak sekolah viral di media sosial.
Kepala SD Negeri Dukuh 05 Salatiga, Jumarti, melayangkan protes keras terkait temuan ulat hingga benda tajam menyerupai sekrup di dalam paket makanan yang dibagikan kepada para muridnya.
Insiden ini terungkap melalui rekaman amatir yang menunjukkan kekecewaan pihak sekolah terhadap kualitas hidangan yang disediakan oleh Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).
Dalam video tersebut, tampak jeruk yang sudah tidak layak konsumsi serta adanya kontaminasi benda asing yang dianggap sangat membahayakan keselamatan anak didik.
Jumarti mengonfirmasi bahwa kejadian dalam video tersebut benar adanya. Ia menjelaskan bahwa video itu awalnya dibuat sebagai dokumentasi internal untuk bahan evaluasi bersama pihak penyedia.
"Tujuan saya adalah agar SPPG berbenah. Sebagai pihak sekolah, kami bertanggung jawab memastikan apa yang dimakan anak-anak itu layak dan aman. Kalau ada sekrupnya, bagaimana tanggung jawab ahli gizinya?" tegas Jumarti dalam keterangannya kepada awak media, dikutip Selasa (3/3).
Ia menambahkan bahwa keluhan tersebut sebenarnya sudah disampaikan berulang kali karena kualitas menu yang tidak konsisten, mulai dari buah yang busuk hingga adanya temuan ulat di beberapa kesempatan sebelumnya.
Respon dan Evaluasi SPPG
Menanggapi kegaduhan tersebut, pihak SPPG segera memberikan klarifikasi. Kepala SPPG Sawahan Kecandran, Sarah Alfi Maiza, mengakui adanya kelalaian dalam proses penyortiran makanan.
Menurutnya, lolosnya beberapa buah jeruk yang tidak layak merupakan dampak dari kekurangtelitian petugas saat tahap pemorsian.
Baca Juga: Amerika Konfirmasi 3 Tentaranya Tewas, Bantah Kapal Induk Abraham Lincolin Kena Rudal Balistik Iran
"Kami memohon maaf atas kejadian ini. Saat ini, kami telah melakukan evaluasi total dan memperketat pengawasan. Proses penyortiran kini dilakukan melalui tiga tahap, mulai dari persiapan bahan, proses memasak, hingga pengemasan," ujar Sarah.
Sidak DPRD Salatiga
Polemik ini juga menarik perhatian legislatif. Fraksi PDI Perjuangan DPRD Kota Salatiga dikabarkan langsung melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke fasilitas SPPG untuk memastikan standar kebersihan dan nutrisi tetap terjaga sesuai prosedur yang ditetapkan pemerintah.
Hingga berita ini diturunkan, pihak sekolah menyebut kualitas makanan sudah mulai membaik pasca-protes keras tersebut.
Mereka berharap kejadian serupa tidak terulang kembali agar kepercayaan orang tua terhadap program nasional ini tetap terjaga.(*)
Editor : Almasrifah