Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Skema Baru SKOI Dikaji, Dispora Kaltim Libatkan Dua OPD

N
Penulis: Nasya Rahaya❯

Kepala Bidang Pembinaan Prestasi Dispora Kaltim, Rasman Rading.
Kepala Bidang Pembinaan Prestasi Dispora Kaltim, Rasman Rading.


Advertisement

KALTIMPOST.ID, SAMARINDA – Nasib Sekolah Khusus Olahraga Internasional (SKOI) kembali menjadi sorotan di tengah efisiensi anggaran dan tuntutan peningkatan prestasi.

Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kaltim mulai menyiapkan skema baru pembinaan atlet berbasis kolaborasi lintas organisasi perangkat daerah (OPD).

Kepala Bidang Pembinaan Prestasi Dispora Kaltim, Rasman Rading, mengungkapkan bahwa pengelolaan SKOI ke depan tidak lagi sepenuhnya berada di satu instansi.

Advertisement

Ada wacana pembagian peran antara Dispora dan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud).

“Nantinya, pendidikan tetap di Dinas Pendidikan. Sementara pelatihan dan perekrutan atlet ditangani Dispora,” ujar Rasman.

Advertisement

Dia menjelaskan, skema tersebut merupakan hasil kajian bersama, termasuk rekomendasi DPRD. Namun, implementasinya masih membutuhkan waktu karena berkaitan dengan regulasi serta kesiapan anggaran.

SKOI selama ini dikenal sebagai pusat pembinaan atlet pelajar. Sejak berdiri pada 2011, lembaga tersebut telah melahirkan banyak atlet berprestasi hingga level internasional.

Meski demikian, Rasman mengakui pengelolaan SKOI saat ini menghadapi tekanan, terutama dari sisi pembiayaan.

“Di sana terbebani biaya. Kalau dibawa ke Dispora, pasti juga tertekan dengan biaya,” katanya.

Karena itu, pembagian peran dinilai sebagai solusi agar pembinaan tetap berjalan tanpa membebani satu institusi.

Di sisi lain, Dispora juga mulai mendorong perubahan pola pembinaan olahraga. Pendekatan tidak lagi merata ke semua cabang olahraga, melainkan difokuskan pada cabang yang memiliki peluang meraih medali.

“Kalau anggaran minimalis, kami proyeksikan cabang olahraga yang berpotensi meraih medali. Tidak semua harus diikuti jika tidak ada peluang,” tegasnya.

Selain itu, Dispora mendorong keterlibatan pihak swasta dalam pembinaan atlet. Perusahaan di sektor tambang dan perkebunan diharapkan dapat berperan sebagai bapak asuh bagi cabang olahraga tertentu.

“Mereka bisa membantu pemusatan latihan, pelatih, hingga try out,” pungkasnya. (*)

Advertisement
Sudahkah Anda mengikuti channel whatsapp kami?
WhatsApp
Kaltim PostIkuti

Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!


Artikel Terkait

LAPSUS: 45 Atlet Balikpapan Dicoret, KONI Tetap Bidik Juara Umum Porprov meski Anggaran Terbatas

LAPSUS: 45 Atlet Balikpapan Dicoret, KONI Tetap Bidik Juara Umum Porprov meski Anggaran Terbatas

KONI Balikpapan siapkan 979 atlet dan anggaran Rp 12 miliar untuk Porprov Kaltim 2026. Meski 45 atlet dicoret, target juara umum tetap.

Dampak Efisiensi dan Asap Karhutla, Hunian Hotel di Penajam Paser Utara Turun Drastis

Dampak Efisiensi dan Asap Karhutla, Hunian Hotel di Penajam Paser Utara Turun Drastis

Okupansi hotel di PPU anjlok sisa 20%. PHRI sebut efisiensi anggaran & karhutla hantam bisnis perhotelan Penajam.

Kukar Hemat Anggaran, Layanan Publik Tetap Terjaga

Kukar Hemat Anggaran, Layanan Publik Tetap Terjaga

Efisiensi belanja, program sosial, dan transformasi ekonomi menjadi strategi Kukar mempertahankan mutu pelayanan bagi masyarakat.

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer