Utama Samarinda Balikpapan Kaltim Nasional Piala Dunia 2026 Olahraga Bisnis Lifestyle Opini Sosbis Hiburan

Kesehatan & Sport Science Jadi Senjata Kaltim Menuju PON 2028, Ditopang Pengelolaannya oleh PP-Kori

Nasya Rahaya • Sabtu, 27 Desember 2025 | 18:59 WIB
TUGAS BESAR: PP-Kori Kaltim diharapkan bisa berkontribusi nyata untuk kemajuan olahraga prestasi Kaltim pada masa mendatang.
TUGAS BESAR: PP-Kori Kaltim diharapkan bisa berkontribusi nyata untuk kemajuan olahraga prestasi Kaltim pada masa mendatang.

KALTIMPOST.ID, SAMARINDA – Kaltim mulai merapikan fondasinya menuju prestasi di Pekan Olarhaga Nasional (PON) XXII/2028 Nusa Tenggara. Bukan sekadar menggenjot latihan fisik dan teknik, kini pembinaan atlet bakal diperkuat dari hulu melalui kesehatan olahraga, sport science, hingga nutrisi dan psikologi atlet.

Langkah itu ditandai dengan pelantikan Perhimpunan Pembina Kesehatan Olahraga Indonesia (PP-Kori) Kaltim masa bakti 2024–2028, di aula Pusdiklat, kompleks Gelora Kadrie Oening, Sempaja, Sabtu (27/12).

Pengukuhan dilakukan langsung oleh Ketua Umum PP-Kori dr Hario Tilarso, figur sentral sport science Tanah Air. Usai dilantik, PP-Kori Kaltim langsung tancap gas bukan dengan menghadirkan pelatihan cedera olahraga untuk cabang olahraga (cabor) peserta PON mendatang.

Ketua PP-Kori Kaltim dr Sadik Sahil menegaskan organisasi yang dipimpinnya bukan struktur pinggiran, melainkan bagian integral KONI Kaltim dan bakal bekerja beriringan dalam road map pembinaan prestasi daerah.

“PP-Kori hadir sebagai mitra strategis KONI Kaltim dalam mendukung pembinaan dan peningkatan prestasi olahraga. Program kami sejalan dengan arah strategi pembinaan prestasi yang sudah ditetapkan KONI,” tegas Sadik dalam sambutannya.

PP-Kori membawa amunisi penting yang selama ini kerap jadi titik lemah pembinaan atlet di daerah yakni, kesehatan olahraga, psikologi olahraga, dan nutrisi atlet. Tiga aspek ini disebut Sadik sebagai “ruang yang harus disadari semua pelatih dan pengurus cabor” agar prestasi tak runtuh di tengah jalan akibat cedera, overtraining, atau ketidaksiapan mental.

 “KONI membutuhkan dukungan dari aspek kesehatan olahraga, psikologi, sampai sport nutrition. Semua itu ada di PP-Kori Kaltim dan siap kami kerahkan untuk menuju prestasi emas pada PON mendatang,” ujar Sadik.

Ia juga memastikan ketersediaan spesialis kesehatan olahraga di tubuh pengurus, diproyeksikan memperkuat layanan pendampingan atlet saat bertanding. Sebanyak 63 cabor diundang dalam pelatihan awal ini. Meski momentum akhir tahun membuat sebagian pelatih dan pengurus berhalangan, lebih dari separuh hadir mengikuti pelatihan.

“Situasinya berdekatan dengan libur tahun baru dan beberapa agenda keagamaan. Tapi kehadiran tetap di atas 50 persen, dan itu menunjukkan kesadaran tinggi dari cabor terkait pentingnya sport science,” tutupnya.

Editor : Rendy Fauzan