Utama Samarinda Balikpapan Kaltim IKN Nasional Olahraga Bisnis Lifestyle Opini Sosbis Hiburan Kesehatan

Wartawan Muda Disiapkan Jadi Amunisi Baru Bridge Kaltim

Nasya Rahaya • Sabtu, 14 Februari 2026 | 19:02 WIB
TAMBAH AMUNISI: Pelatihan bridge wartawan yang digagas SIWO PWI Kaltim bersama Pengkot GABSI Samarinda di Gedung PWI Kaltim, Jalan Biola, Samarinda.
TAMBAH AMUNISI: Pelatihan bridge wartawan yang digagas SIWO PWI Kaltim bersama Pengkot GABSI Samarinda di Gedung PWI Kaltim, Jalan Biola, Samarinda.

KALTIMPOST.ID, SAMARINDA – Cabang olahraga bridge Kaltim saat ini dihadapkan tantangan regenerasi atlet. Dari data yang dihimpun KONI Kaltim usai BK Porprov 2025, mayoritas atlet bridge Benua Etam saat ini berada pada rentang usia 44 hingga 50 tahun ke atas.

Kondisi itu memantik perhatian banyak pihak. Salah satu langkah cepat dilakukan melalui pelatihan bridge bagi wartawan yang digagas SIWO PWI Kaltim bekerja sama dengan Pengkot GABSI Samarinda di Gedung PWI Kaltim, Jalan Biola, Samarinda.

Menariknya, mayoritas peserta pelatihan merupakan wartawan berusia di bawah 30 tahun. Sebuah pemandangan yang dinilai menjadi angin segar bagi masa depan bridge Kaltim.

Ketua KONI Kaltim, Rusdiansyah Aras, menyebut momentum ini sebagai peluang emas untuk memperkuat fondasi atlet muda. Menurutnya, regenerasi adalah kunci jika Kaltim ingin tetap kompetitif di level nasional.

“Selama ini atlet bridge kita didominasi usia matang. Kehadiran wartawan muda ini potensi luar biasa. Tinggal bagaimana dibina secara konsisten,” ujarnya.

Optimisme serupa datang dari Pelaksana Tugas Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kaltim, HM Faisal. Ia menegaskan, pemerintah provinsi mendukung penuh setiap upaya pembinaan, termasuk dari kalangan jurnalis.

Bahkan, Faisal tak ragu memasang target tinggi. “Kalau sudah bicara pembinaan dan kompetisi, targetnya jelas, emas,” tegasnya.

Pelatihan yang menghadirkan instruktur dari Pengkot GABSI Samarinda ini difokuskan pada penguatan teknik dasar, pemahaman strategi, hingga pola komunikasi dalam permainan. Bridge sendiri dikenal sebagai olahraga otak yang menuntut konsentrasi, logika, dan kekompakan tim.

Ketua PWI Kaltim, Abdurachman Amin, berharap program ini tidak berhenti sebagai agenda seremonial. Ia ingin lahir atlet-atlet kompeten yang mampu bersaing di ajang nasional, termasuk Pekan Olahraga Wartawan Nasional (Porwanas).

Sementara itu, Ketua SIWO PWI Kaltim, Dimas, menegaskan bahwa misi yang diusung bukan sekadar membawa nama organisasi, tetapi juga berkontribusi terhadap prestasi olahraga Kaltim secara umum.

Jika pembinaan berjalan konsisten, bukan tak mungkin dari ruang redaksi akan lahir pasangan bridge tangguh yang siap mengharumkan nama Benua Etam di pentas nasional. Regenerasi yang selama ini menjadi pekerjaan rumah, perlahan mulai menemukan jalannya. (*)

Editor : Nugroho Pandu Cahyo
#Regenerasi Atlet #Bridge Kaltim #kaltim #Siwo PWI