alexametrics Ukraina vs Italia, Provokasi Spaletti

Ukraina vs Italia, Provokasi Spaletti

Senin, 20 November 2023 10:35

ukraina-vs-italia-provokasi-spaletti

Federico Chiesa

Satu tiket Piala Eropa 2024 akan diperebutkan Italia dan Ukraina di BayArena, Leverkusen, Selasa (21/11) dini hari Wita. Yang kalah harus melanjutkan perjuangan di jalur playoff.

 

KEDUA negara berjuang mengamankan tempat kedua di Grup C dengan Inggris sudah mengunci posisi di puncak klasemen. Untuk laga hidup mati ini, Italia sedikit lebih diuntungkan karena mereka hanya butuh hasil imbang dan akan bermain di tempat netral.

Italia saat ini berada di posisi kedua dengan poin 13. Koleksi poin mereka sama seperti Ukraina, namun tuan rumah kalah 1-2 di pertemuan pertama sehingga wajib menang jika ingin lolos langsung ke Jerman.

Setelah kegagalan mereka lolos ke Piala Dunia 2022, Pelatih Italia Luciano Spalletti sangat berharap mereka tidak perlu lagi melewati jalur playoff yang menyisakan trauma. Makanya, ia mencoba memprovokasi pasukannya.

Menurut Spalletti, ini adalah laga final bagi mereka dan siapapun yang bermain bagus, ia menjamin posisinya di skuat Gli Azzurri. “Siapa pun yang tampil lebih baik di pertandingan final akan berangkat ke Euro,” tegasnya dikutip dari Football Italia.

Pada laga terakhir mereka, Italia menang 5-2 atas Makedonia Utara di Olimpico. Pada laga itu, Italia langsung memimpin 3-0 dengan Federico Chiesa mencetak brace.

Dengan performa yang bagus, Spalletti mengisyaratkan tidak akan melakukan rotasi mencolok. “Untuk pertandingan berikutnya, kita harus melihat bagaimana kinerja semua orang, tapi saya tidak memperkirakan akan banyak perubahan,” tegasnya.

Bek kiri Inter Milan, Federico Dimarco menegaskan bahwa lolos ke Euro adalah ‘kewajiban’ bagi Italia. Meski demikian, ia mengingatkan timnya bahwa mereka harus tetap menghormati Ukraina.

“Semua pertandingan di level internasional sulit. Ukraina adalah tim nasional yang kuat dan kami harus berhati-hati di setiap momen pertandingan,” kata Dimarco kepada RAI Sport.

Giacomo Raspadori sementara itu mengatakan bahwa mereka tidak boleh hanya menargetkan hasil imbang di laga ini. Menurutnya, mereka harus selalu menanamkan ambisi menang.

“Kami akan tampil di sana (Jerman) untuk menang, karena mengenakan seragam Italia adalah sebuah kehormatan. Ini harus menjadi mentalitas kami,” tegas Raspadori kepada RAI Sport.

Di kubu Ukraina yang mengalahkan Makedonia Utara dan Malta di dua laga terakhir, mereka mengakui ini akan menjadi pertandingan sulit. Tapi anak asuh Serhiy Rebrov menyatakan kesiapan mereka bertarung di BayArena.

“Ini akan menjadi pertandingan besar. Apalagi saat ini, di masa tersulit bagi kemerdekaan negara kita. Penting bagi kami untuk membawa berita positif kepada masyarakat Ukraina. Bermain di Euro adalah pencapaian yang luar biasa,” kata gelandang Ukraina, Alexander Zinchenko di Vesti.ua.

Bek Alexander Svatok sependapat dengan sang kapten. Menurutnya, Italia selalu memiliki tim yang sangat kuat dengan pemain yang hebat secara individu, namun, mereka bukanlah favorit.

 “Saya tidak ingin berbicara tentang favorit pertandingan mendatang - semuanya akan menjadi jelas di lapangan. Saya pikir kami akan baik-baik saja dengan motivasi kami,” tegasnya.

Pelatih Serhiy Rebrov tidak punya masalah cedera dan sanksi. Itu artinya ia bisa menurunkan kekuatan terbaik dengan Artem Dovbyk, Mykhaylo Mudryk, Yukhym Konoplya, Zinchenko, Vitalii Mykolenko, hingga Illya Zabarnyi berpeluang jadi starter.

Italia sementara itu juga tanpa masalah baru jelang laga ini. Termasuk Chiesa yang sempat ditarik keluar di laga sebelumnya karena mengalami sedikit masalah. Ukraina belum pernah mengalahkan Italia di pertandingan internasional. Dari sembilan pertemuan sebelumnya, mereka kalah tujuh kali dan imbang di dua laga lainnya. (amr/jpg/ndy)