Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Scarecrow Smansa Kembali Bersinar di DBL Dance Competition, Apa Rahasianya?

N
Penulis: Nasya Rahaya❯

Scarecrow, tim dance SMAN 1 Samarinda, tampil energik saat beraksi pada final party Honda DBL with Kopi Good Day 2025/2026 East Kalimantan di GOR Segiri, Sabtu (14/2).
Scarecrow, tim dance SMAN 1 Samarinda, tampil energik saat beraksi pada final party Honda DBL with Kopi Good Day 2025/2026 East Kalimantan di GOR Segiri, Sabtu (14/2).


Advertisement

KALTIMPOST.ID, SAMARINDA – Scarecrow, tim dance SMAN 1 Samarinda, kembali menegaskan dominasinya di panggung Azarine DBL Dance Competition. Pada final party Honda DBL with Kopi Good Day 2025 2026 East Kalimantan, Sabtu (14/2), di GOR Segiri, Scarecrow sukses membawa pulang podium pertama.

Prestasi ini sekaligus menjaga tradisi juara yang telah mereka raih dalam lima edisi sebelumnya. Smansa kembali membuktikan diri sebagai kekuatan utama di kompetisi dance DBL Samarinda.

Kapten tim Scarecrow, Zhievana, mengatakan persiapan sudah dimulai sejak Desember 2025. Mulai dari pembentukan tim hingga penentuan tema digodok sejak akhir tahun.

“Dari Desember sudah mulai persiapan untuk pembentukan tim dan penentuan tema. Tahun ini semuanya baru. Style baru, rambut baru, koreo baru, genre juga baru,” ujarnya.

Untuk menghindari penampilan monoton, Smansa mengusung konsep segar dengan membawakan lagu-lagu Bruno Mars. Dua tema kostum disiapkan secara matang. Pertama, perpaduan merah dan gold yang elegan. Kedua, kuning dan hijau yang enerjik. Perubahan ini membuat penampilan mereka atraktif dan penuh warna.

Advertisement

Mengenai target, Zhievana menegaskan sejak awal ingin mempertahankan gelar juara. Namun, fokus utama tetap memberikan yang terbaik di atas panggung.

“Targetnya, yang penting kasih terbaik. Tapi tentunya kami ingin mempertahankan lima kali juara itu,” tegasnya.

Setelah diumumkan sebagai juara pertama, Zhievana mengaku puas. Meski tim basket Smansa belum meraih gelar, pencapaian tim dance menjadi kebanggaan tersendiri.

“Jujur sangat puas. Tapi karena tahun depan angkatan saya masih ada, harus ada target lagi. Jangan puas dulu dengan hasil tahun ini,” ujarnya.

Sebagai siswi kelas 11, Zhievana menyadari beban mempertahankan gelar tidaklah ringan. Menurutnya, menjaga posisi juara jauh lebih sulit dibanding merebutnya.

“Mempertahankan itu lebih sulit daripada mengejar. Jadi memang ada beban untuk tetap mempertahankan,” katanya. (*)

Advertisement
Sudahkah Anda mengikuti channel whatsapp kami?
WhatsApp
Kaltim PostIkuti

Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!


Artikel Terkait

Sengit Sampai Akhir, Smaga Samarinda Tumbangkan Smansa di Final SBL

Sengit Sampai Akhir, Smaga Samarinda Tumbangkan Smansa di Final SBL

Smaga Samarinda bangkit setelah tertinggal dan menutup final SBL 2026 dengan kemenangan tipis atas Smansa Samarinda.

Tak Pasang Target, SMA 1 Samarinda Puas Pulang Sebagai Runner-up

Tak Pasang Target, SMA 1 Samarinda Puas Pulang Sebagai Runner-up

Smansa Samarinda tanpa target muluk di BSG Cup 2026, tetapi berhasil menembus final dan menjadi runner-up setelah kalah 25-57 dari Smaga.

Smala Balikpapan Gagal ke Semifinal, Petik Pelajaran dari BSG Cup

Smala Balikpapan Gagal ke Semifinal, Petik Pelajaran dari BSG Cup

Kekalahan dari Smansa Samarinda menjadi bahan evaluasi sekaligus menambah pengalaman pemain Smala Balikpapan.

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer