KALTIMPOST.ID, JAKARTA-Provinsi Kaltim resmi diproyeksikan oleh Persatuan Sepakbola Seluruh Indonesia (PSSI) untuk menjadi panggung utama gelaran Piala AFF U-17 edisi 2026.
Turnamen bergengsi kelompok umur dua tahunan tersebut dijadwalkan akan menghentak Benua Etam pada April mendatang.
Penunjukan ini menandai kali ketiga berturut-turut Indonesia dipercaya sebagai penyelenggara, setelah sukses menggelar edisi 2022 di Sleman dan Bantul, serta edisi 2024 di Solo.
Kali ini, PSSI membawa semangat pemerataan dengan memboyong turnamen usia muda ke luar Pulau Jawa.
Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kaltim melalui Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) telah mengonfirmasi permintaan resmi dari federasi.
Kepala Dispora Kaltim, Rasman Rading, menyatakan bahwa pihaknya tengah mematangkan kesiapan sejumlah venue utama yang telah ditinjau kelayakannya.
Baca Juga: Amerika dan Israel Serang Iran, Trump Klaim untuk Hancurkan Fasilitas Nuklir di Negara Tersebut
"PSSI telah meminta kami sebagai tuan rumah. Kami menyiapkan Stadion Segiri (Samarinda), Stadion Palaran (Samarinda), serta Stadion Batakan (Balikpapan) sebagai lokasi pertandingan," ungkap Rasman kepada wartawan, baru-baru ini.
Standarisasi Fasilitas dan Dampak Ekonomi
Menyambut mandat tersebut, Dispora Kaltim kini tengah berfokus melakukan penyesuaian fasilitas agar memenuhi standar internasional.
Selain stadion utama, penyediaan lapangan latihan pendukung juga menjadi prioritas. Meski demikian, rincian teknis mengenai kesepakatan fasilitas masih dalam tahap koordinasi intensif antara Pemprov Kaltim dan jajaran PSSI.
Rasman menegaskan bahwa Kaltim berkomitmen menjadi tuan rumah yang representatif. Momentum ini dianggap sebagai peluang emas untuk mempromosikan potensi Kaltim di mata dunia.
Baca Juga: Di Tengah Ketidakpastian Porprov Kaltim, Hapkido Pilih TC Mandiri dan Tetap Konsisten Latihan
"Turnamen internasional ini kami harapkan menjadi langkah strategis untuk menggerakkan sektor Pariwisata serta Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) lokal," tambah Rasman.
Sebagai catatan, ajang yang awalnya dimulai dengan kategori U-16 pada 2002 ini memiliki sejarah manis bagi Indonesia.
Skuad Garuda Muda tercatat pernah dua kali mengangkat trofi juara, yakni pada 2018 dan 2022, di mana keduanya diraih saat bermain di hadapan publik sendiri.(*)
Editor : Almasrifah