
Herdiansyah Hamzah
Dosen Fakultas Hukum Unmul, anggota KIKA dan SPK
AKTIVIS dan pegiat media sosial, sebut saja “A” dan “S”, mendapatkan “teror” dari salah satu organisasi masyarakat (ormas) yang mengaku sebagai pendukung fanatik Gubernur Kaltim Rudy Mas’ud. Ketua ormas ini menghubungi “A” terkait dengan konten-kontennya yang gencar mengkritik keputusan-keputusan politik gubernur.
“Saya ini adalah pendukung fanatik pak gubernur. Kalau ada yang membuat konten seperti yang dinda buat, ini kan sama saja menyinggung perasaan saya. Jujur aja dinda, saya tersinggung. Ini penghinaan juga buat saya”, ujar ketua ormas tersebut.
Tidak berhenti sampai di situ, si ketua ormas meminta kepada “A” untuk berhenti “nyinyir” kepada gubernur, “Saya mau ingatkan dinda, ini bukan ngancam, tapi boleh dibuktikan, saya tidak mau lagi lihat komentar-komentar dinda yang nyinyir kepada pak gub di media sosial,” ucapnya.
Parahnya, si ketua ormas mengajak “A” bertemu muka, sekaligus menantang berkelahi. "Kita berdebat temu muka, kalau gak cocok, bekelahi kita”, ucapnya lantang di ujung telepon. Ini memperlihatkan betapa perbedaan pendapat, belumlah menjadi budaya yang sehat dikalangan masyarakat kita. Bahkan perbedaan pandangan, justru direspons dengan adu fisik.
Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!



