Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Pemilu Dan Otoritarianisme

M
Penulis: Muhammad Rizki❯

 


Advertisement

Herdiansyah Hamzah.
Herdiansyah Hamzah.

 

Advertisement

 

 

Oleh: Herdiansyah Hamzah

Advertisement

Dosen Fakultas Hukum Unmul, anggota KIKA dan SPK

MESKI pemilihan umum (pemilu) masih berjarak 4 tahun lagi, namun kekhawatiran banyak orang mengenai politik electoral 5 tahunan ini, sudah mulai dibicarakan dimana-mana. Mulai dari soal revisi Undang-Undang Pemilu, kooptasi terhadap lembaga-lembaga negara, koalisi besar partai politik pendukung pemerintah yang terlampau dominan, pembatasan kebebasan berpendapat warga negara, hingga kembalinya militer dalam panggung sosial dan politik secara terbuka.

Ini adalah sederet kecil pertanyaan yang membatin di benak publik. Membayangkan bagaimana bagaimana Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) akan berhadapan dengan militer, polisi, atau mesin birokrasi melakukan mobilisasi dukungan secara masif, sungguh sangat menakutkan. Apakah hal semacam ini akan terjadi di Pemilu 2029 nanti? Melihat gejala “otoritarianisme” yang kian menguat, itu bukan sesuatu yang mustahil.

Alih-alih mempertahankan demokrasi dengan segenap kemampuan, jangan-jangan Bawaslu justru menjadi salah satu lembaga yang akan dikooptasi oleh kekuasaan. Terutama menempatkan orang-orang titipan kekuasaan di lembaga penyelenggara tersebut, mengingat periode masa jabatannya akan berakhir pada tahun 2027 nanti. Setali tiga uang, Komisi Pemilihan Umum (KPU) juga diprediksi akan mengalami bentuk kooptasi serupa. Di bawah kendali kekuasaan, lembaga seperti KPU dan Bawaslu akan dituntun untuk bekerja sesuai dengan selera subjektif kekuasaan.

Advertisement
Sudahkah Anda mengikuti channel whatsapp kami?
WhatsApp
Kaltim PostIkuti

Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!


Artikel Terkait

Pengawal Gubernur Kaltim Disorot, Castro: Tak Heran, Watak Pemimpin dan Ajudan Sama

Pengawal Gubernur Kaltim Disorot, Castro: Tak Heran, Watak Pemimpin dan Ajudan Sama

Castro Unmul sebut aksi arogan ajudan cermin watak Gubernur Kaltim Rudy Mas'ud. Desak klarifikasi & minta maaf ke mahasiswa.

Investigasi Etik Unmul Tuntas, Ketua BEM KM dan 3 Mahasiswa Terancam Sanksi Rektorat

Investigasi Etik Unmul Tuntas, Ketua BEM KM dan 3 Mahasiswa Terancam Sanksi Rektorat

Komisi Etik Unmul serahkan hasil investigasi skandal BEM KM ke Warek III. 4 mahasiswa dituntut jawab kasus dana kebakaran & miras.

DPRD Kaltim Susun 4 Regulasi Pendapatan, Castro Sebut Daerah Panik Hadapi Krisis Fiskal

DPRD Kaltim Susun 4 Regulasi Pendapatan, Castro Sebut Daerah Panik Hadapi Krisis Fiskal

DPRD Kaltim kejar 4 ranperda pendapatan. Akademisi HTN Unmul Castro sebut daerah panik hadapi krisis fiskal akibat pemangkasan pusat.

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer