Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Samarinda: Kota Diplomasi IKN

R
Penulis: Redaksi KP❯
Ekonom Unmul Aji Sofyan Effendi. (NASYA/KP)
Ekonom Unmul Aji Sofyan Effendi. (NASYA/KP)

Oleh:


Advertisement

AJI SOFYAN EFFENDI

Dosen FEB, Universitas Mulawarman Samarinda

​KEHADIRAN Ibu Kota Nusantara (IKN) di Kalimantan Timur bukan sekadar memindahkan pusat gravitasi administrasi negara, melainkan menciptakan episentrum baru bagi pengaruh Indonesia di mata dunia. Namun, sebuah ibu kota pemerintahan yang efisien sering kali membutuhkan "kota penyangga" yang lincah untuk menjalankan fungsi interaksi global yang lebih cair.

Advertisement

​Dalam literatur hubungan internasional modern, fenomena ini disebut sebagai Paradiplomasi. IKN memang memegang kendali kebijakan luar negeri pusat, namun ia membutuhkan aktor sub-negara sebuah kota yang mampu menjalankan fungsi diplomasi secara dinamis. Di sinilah Samarinda hadir, mengambil peran spesifik sebagai wajah diplomasi global IKN.

​Empat Pilar Diplomasi Samarinda terkait IKN

​Untuk mengemban amanah sebagai kota diplomasi, Samarinda berdiri di atas empat pilar kekuatan utama:

  • ​Pertama, Pilar Konektivitas Global dan Multimoda.

Melalui Bandara APT Pranoto, Samarinda kini telah membuka gerbang penerbangan langsung ke negara-negara ASEAN. Didukung oleh Jalan Tol Balikpapan-Samarinda (Balsam) yang terhubung langsung ke IKN, serta keunikan pelabuhan laut dan sungai Mahakam, kota ini menjadi simpul logistik dan mobilitas yang tak terputus.

  • ​Kedua, Pilar Investasi dan Keamanan Ekonomi.

Sebagai ibu kota Provinsi Kalimantan Timur, Samarinda menawarkan stabilitas politik dan keamanan bagi para pelaku bisnis. Dengan fasilitas hotel berbintang yang mapan dan tingkat urbanisasi yang tinggi, kota ini menjadi "ruang tamu" yang nyaman bagi investor sebelum mereka menanamkan modal di kawasan IKN.

  • ​Ketiga, Pilar Budaya dan Identitas: Urban Culture Mahakam

IKN akan dikenal dunia bukan hanya melalui beton dan teknologi, melainkan melalui Urban Culture Samarinda. Keberagaman multi-etnik yang hidup berdampingan secara harmonis di sepanjang denyut nadi Sungai Mahakam adalah identitas budaya yang akan diperkenalkan kepada dunia.

  • ​Keempat, Pilar Pusat Pengetahuan dan Sumber Daya Manusia

Samarinda adalah gudang intelektual Kalimantan. Keberadaan berbagai Perguruan Tinggi Negeri (PTN) dan Perguruan Tinggi Swasta (PTS) terbesar di pulau ini memastikan bahwa dukungan diplomasi IKN berbasis pada data, riset, dan SDM yang mumpuni. Sangat layak Samarinda sebagai Informan pertama bagi IKN, kita mengetahui sejak ide gagasan pertama akan dibangunnya IKN oleh Presiden Joko Widodo, Kota Samarinda menjadi tempat digagasnya ide ini dalam forum seminar daerah maupun nasional.

Advertisement

​Perbandingan Visi: Bali Vs Samarinda

​Dalam peta diplomasi Indonesia, kita mengetahui bahwa Bali sangat dikenal dunia, berbagai event kenegaraan berskala global dilaksanakan di Bali, sehingga Bali sangat dikenal di mancanegara, terkait dengan IKN ini event diplomasi bisa diwakili oleh kota Samarinda yang mampu memiliki peran yang komparatif namun berbeda secara substansi, terlihat pada tabel di bawah ini:

Perbandingan Visi: Bali Vs Samarinda
Perbandingan Visi: Bali Vs Samarinda

Dengan melihat tabel di atas, kita mengetahui bahwa Kota Samarinda, sangat bisa untuk mengambil sebagai ” The Diplomacy Hub “ sebagai Gerbang negara untuk diplomasi Kawasan.

Belajar dari Kota Diplomasi Dunia

​Status sebagai pusat diplomasi tidak selalu melekat pada ibu kota negara. Samarinda dapat bercermin pada beberapa kota dunia yang sukses mengambil peran spesifik tersebut, misalnya:

  • ​Jenewa, Swiss:

Bukan ibu kota negara, namun dikenal sebagai "Ibu Kota Perdamaian Dunia". Jenewa menjadi wadah dialog bagi negara-negara yang berkonflik.

  • ​Padang, Indonesia:

Menjadi simbol diplomasi budaya melalui pertemuan tahunan Dunia Melayu Dunia Islam (DMDI), memperkuat ikatan emosional lintas negara melalui identitas Melayu.

  • ​Singapura:

Negara kota yang memosisikan dirinya sebagai pusat diplomasi bisnis dan perdagangan paling krusial di kawasan ASEAN.

​Samarinda sebagai Gerbang Diplomasi IKN

​Samarinda tidak lagi sekadar kota perdagangan di tepian Mahakam. Ia sedang bertransformasi menjadi aktor sub-negara yang krusial. Dengan menyatukan kekuatan konektivitas, stabilitas ekonomi, kekayaan budaya, dan basis pengetahuan, Samarinda siap menjadi mitra strategis IKN dalam memenangkan pengaruh di panggung global sebagai kota Paradiplomacy. (***/rdh)

Advertisement
Sudahkah Anda mengikuti channel whatsapp kami?
WhatsApp
Kaltim PostIkuti

Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!


Artikel Terkait

Muhammad Bintang Prabu Adinata dan Maharatu Bulan Adinata Buktikan Pemuda Indonesia Mampu Bersaing di Tingkat Dunia

Muhammad Bintang Prabu Adinata dan Maharatu Bulan Adinata Buktikan Pemuda Indonesia Mampu Bersaing di Tingkat Dunia

Indonesia kembali dibuat bangga oleh torehan prestasi di panggung internasional.

Hindari Eskalasi, AS Tangguhkan Serangan ke Iran Demi Jalur Diplomasi

Hindari Eskalasi, AS Tangguhkan Serangan ke Iran Demi Jalur Diplomasi

AS tangguhkan serangan ke Iran demi jalur diplomasi, namun jet tempur di kapal induk USS Abraham Lincoln tetap siaga tempur.

Dukung Kemajuan Pers dan IKN, APHI Komda Kaltim Hadiri Puncak HUT Ke-80 Serikat Perusahaan Pers

Dukung Kemajuan Pers dan IKN, APHI Komda Kaltim Hadiri Puncak HUT Ke-80 Serikat Perusahaan Pers

APHI Komda Kaltim hadir di HUT ke-80 SPS di Samarinda, perkuat sinergi industri hutan berkelanjutan dalam mendukung pembangunan IKN.

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer