
Oleh:
Rusdiansyah Aras
Ketua KONI Kaltim
KALTIMPOST.ID - Pendopo Lou Bepekat Kabupaten Paser menjadi saksi penting lahirnya kesepakatan strategis bagi masa depan olahraga Kalimantan Timur. Kamis (2/4), rapat koordinasi lanjutan persiapan Porprov Kaltim VIII resmi dibuka Wakil Bupati Paser, Ikhwan Antasari.
Pertemuan ini tak sekadar seremoni atau pembahasan teknis birokrasi. Lebih dari itu, forum tersebut menjadi ruang bertemunya gagasan besar yang akhirnya sejalan demi satu tujuan: menyukseskan Porprov Kaltim VIII.
Dalam rapat tersebut, pemikiran Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga Kaltim, M Faisal, menjadi sorotan. Ia memaparkan kondisi fiskal daerah secara rinci, termasuk proyeksi 2026 hingga 2027, serta dampaknya terhadap pembinaan prestasi olahraga.
Baca Juga: Naskah Khutbah Jumat Hari Ini, 3 April 2026: Empat Hal yang Harus Dijaga hingga Ramadhan Tahun Depan
Tak hanya memetakan persoalan, Faisal juga menawarkan sejumlah solusi konkret. Di antaranya fleksibilitas pengiriman kontingen sesuai kemampuan daerah, rasionalisasi nomor tanding agar lebih efektif, serta optimalisasi venue dengan memanfaatkan fasilitas yang sudah siap, termasuk di luar Paser jika diperlukan.
Sementara itu, Ketua KONI Kaltim, Rusdiansyah Aras, menegaskan sikap melalui makalah strategis berjudul “Mengapa Penundaan Bukan Pilihan”. Ia menyebut Porprov VIII harus tetap digelar di Paser pada November 2026.
Ada beberapa alasan utama di balik keputusan tersebut. Penundaan dinilai berpotensi menabrak berbagai agenda penting, seperti BK PON, Sukan Borneo, Popda, hingga Pra-Popnas. Selain itu, November 2026 dianggap sebagai batas aman sebelum masuk fase persiapan intensif BK PON 2028.
Lebih jauh, keputusan ini juga menyangkut marwah prestasi olahraga Kaltim agar tetap kompetitif di level nasional pada ajang PON mendatang.
Suasana rapat berlangsung dinamis dan demokratis. Kabid Peningkatan Prestasi Olahraga Dispora Kaltim, Rasman Rading, memandu jalannya diskusi dengan memberi ruang luas bagi peserta untuk menyampaikan pandangan.
Dukungan pun mengalir dari berbagai daerah. Perwakilan DPOP Balikpapan, Disporapar Samarinda, Dispora Kutai Timur, hingga Dispora Bontang menyatakan kesiapan mereka. Seluruh ketua KONI kabupaten/kota se-Kaltim juga sepakat untuk menyukseskan Porprov VIII di Paser.
Komitmen tuan rumah turut ditegaskan Sekda Paser, Katsul Wijaya, yang juga menjabat Ketua KONI Paser. Dukungan ini menjadi penguat optimisme seluruh pihak.
Rapat ditutup dengan penandatanganan kesepakatan bersama oleh seluruh pemangku kepentingan. Kegiatan dilanjutkan dengan peninjauan sejumlah venue pertandingan.
Kesepakatan ini bukan sekadar formalitas. Di Paser, semua pihak meneguhkan komitmen menjaga marwah olahraga Kalimantan Timur. Penundaan mungkin menjadi jalan mudah, namun keberanian untuk tetap berjalan diyakini sebagai kunci menuju prestasi. (*)
Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!




