
CATATAN:
Syafril Teha Noer
Wartawan/Ketua Dewan Kesenian Daerah Kaltim
KALTIMPOST.ID-Berkali-kali saya meminta Hamdani, Ketua Harian Dewan Kesenian (DK) Kaltim, memaafkan Gubernur Rudy Mas'ud (RM).
“Dia belum tahu kita. Dia pun belum lama jadi gubernur,” kata saya kepadanya di kedai kopi, sepulang dari Lamin Etam pukul sebelasan malam itu.
Kejadiannya Ramadan tahun lalu. Kami sedang dilanda kepanikan. Pemicunya; info tentang pemotongan radikal pembiayaan sebuah kegiatan DK lewat APBD. Awalnya 30 persen, lalu 50 persen, belakangan malah jadi 60-70-an persen.
Kegiatan itu adalah Dialog Serantau Borneo Kalimantan (DSBK) XVI. Pada DSBK XV di Bandar Seri Bengawan, Brunei Darussalam, Agustus 2023, DK Kaltim ditabalkan sebagai tuan rumah kegiatan serupa dua tahun berikutnya.
Itu event dwitahunan para sastrawan Melayu di tiga negara serantau atau sepulau (Kalimantan). Malaysia hampir selalu menyertakan peserta dari negara bagian terbanyak - semisal Serawak, Sabah, dan Labuan,
Kaltim pernah jadi penyelenggara hajatan para penyair, novelis, budayawan dan jurnalis ini.
Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!





