
Oleh : Riyawan S.Hut
Pemerhati Sosial & Budaya
DI balik gemerlap industri tambang dan geliat pembangunan di Kalimantan Timur (Kaltim), ada satu fakta yang sering luput dari perhatian yakni ribuan usaha kecil masih belum terdata secara optimal. Mulai dari warung kelontong di gang sempit Samarinda, usaha laundry rumahan di Balikpapan, hingga bengkel sederhana di Bontang semuanya punya peran besar dalam menggerakkan ekonomi daerah.
Inilah yang membuat Sensus Ekonomi 2026 (SE2026) menjadi momentum krusial. Bukan sekadar agenda rutin 10 tahunan, tapi peluang besar untuk “menghitung ulang” kekuatan ekonomi Kaltim secara menyeluruh. Pertanyaannya, apakah sensus ini akan benar-benar membawa perubahan, atau hanya berakhir sebagai tumpukan data di meja birokrasi?
Kenapa Sensus Ekonomi 2026 Jadi Momen Penting untuk Kaltim?
Kalau bicara soal ekonomi Kaltim, satu sektor yang selalu jadi sorotan adalah pertambangan. Data terbaru menunjukkan bahwa hingga triwulan III-2025, sektor ini masih menjadi penyumbang terbesar terhadap Produk Domestik Regional Bruto (PDRB). Nilainya fantastis, tapi ada sisi lain yang jarang dibahas.
Di balik dominasi perusahaan besar, usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) justru menjadi tulang punggung dalam hal penyerapan tenaga kerja. Secara nasional, lebih dari 98 persen unit usaha berasal dari sektor mikro dan kecil, dan kondisi ini juga tercermin di Kaltim.
Masalahnya, banyak dari usaha kecil ini belum terdata secara maksimal. Ada yang lokasinya sulit dijangkau, ada juga pelaku usaha yang masih ragu memberikan informasi karena takut berkaitan dengan pajak atau regulasi lainnya. Akibatnya, terjadi “kesenjangan data” yang cukup serius. Pemerintah punya data lengkap tentang perusahaan besar, tapi minim informasi detail soal usaha kecil. Padahal, justru sektor inilah yang paling banyak menyerap tenaga kerja dan paling rentan terhadap perubahan ekonomi.
Di sinilah peran Sensus Ekonomi 2026 menjadi sangat penting. Sensus ini akan mendata seluruh usaha non-pertanian, dari skala paling kecil hingga yang terbesar. Artinya, semua pelaku usaha punya kesempatan yang sama untuk “terlihat” dalam peta ekonomi nasional.
Sensus Ekonomi 2026 tidak hanya akan menghitung jumlah usaha, tetapi juga mendata angkatan kerja. Dengan adanya data tersebut, kita bisa mengetahui secara jelas sektor mana yang paling banyak menyerap tenaga kerja, misalnya apakah pertanian masih menjadi tulang punggung atau justru UMKM yang kini lebih dominan. Hasil sensus ini penting agar kebijakan pengembangan lapangan kerja ke depan lebih tepat sasaran dan berbasis bukti, bukan sekadar perkiraan.
Masalah Klasik: Data Ada, Tapi Realitas Berbeda
Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!




