
KALTIMPOST.ID - Rupiah lebih dari sekadar alat tukar dalam aktivitas ekonomi sehari-hari. Ia adalah simbol kedaulatan negara, identitas bangsa serta wujud kepercayaan masyarakat terhadap sistem keuangan nasional. Setiap lembar uang Rupiah memuat cerita sejarah, keberagaman budaya dan semangat persatuan Indonesia.
Karena itu, membangun kesadaran publik untuk mencintai, membanggakan dan memahami Rupiah menjadi agenda penting yang harus dilakukan secara berkelanjutan dan melibatkan seluruh lapisan masyarakat. Dalam konteks inilah nilai CBP Rupiah (Cinta, Bangga, Paham) Rupiah menjadi fondasi utama dalam membentuk perilaku masyarakat terhadap uang Rupiah.
Cinta Rupiah tecermin dari sikap sederhana namun bermakna, mengenali uang Rupiah dengan 3D (Dilihat, Diraba, Diterawang) serta memperlakukan uang dengan baik, melalui 5J (Jangan Dilipat, Jangan Dicoret, Jangan Distapler, Jangan Diremas dan Jangan Dibasahi). Perilaku tersebut menunjukkan penghargaan kita terhadap simbol negara yang setiap hari kita gunakan.
Baca Juga: Cek Fakta Gaji Kemenkeu! CPNS 2026 Bisa Tembus Dua Digit, Benarkah Sampai Rp46 Juta?
Selanjutnya, Bangga Rupiah diwujudkan melalui penggunaan Rupiah sebagai alat pembayaran yang sah dalam setiap transaksi di wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia. Kebanggaan ini bukan sekadar slogan, melainkan bentuk kepercayaan terhadap kekuatan ekonomi nasional serta komitmen mendukung stabilitas sistem keuangan dalam negeri.
Sementara itu, Paham Rupiah mengajak masyarakat untuk memahami peran Rupiah dalam perekonomian, mengenali ciri-ciri keaslian uang, serta menyadari pentingnya menjaga stabilitas nilai Rupiah demi kesejahteraan bersama.
Menginternalisasi nilai-nilai CBP Rupiah tentu memerlukan cara yang adaptif, kreatif dan relevan dengan perkembangan zaman. Edukasi tidak lagi cukup dilakukan melalui pendekatan konvensional, melainkan perlu dikemas secara partisipatif dan menyentuh berbagai kelompok usia. Untuk itu, Championship 2026 hadir sebagai media strategis dalam memperkuat edukasi CBP Rupiah melalui kompetisi yang inspiratif, inklusif dan berbasis kreativitas.
Championship 2026 dirancang sebagai ajang pembinaan sekaligus apresiasi, yang melibatkan anak-anak, pelajar, pendidik, pemuda hingga masyarakat umum. Dengan pendekatan lomba dan festival, pesan CBP Rupiah disampaikan secara lebih ringan, membumi dan mudah dipahami. Setiap kategori perlombaan membawa misi yang sama, yakni menanamkan nilai kebangsaan dan literasi Rupiah sejak dini hingga usia produktif.
Pada jenjang pelajar, Lomba Mendongeng tingkat SMP menjadi sarana untuk menumbuhkan keberanian berekspresi sekaligus menyampaikan pesan cinta Rupiah melalui cerita yang edukatif dan inspiratif. Melalui dongeng, peserta diajak mengemas pesan moral tentang pentingnya menghargai Rupiah dengan bahasa yang komunikatif dan dekat dengan kehidupan sehari-hari.
Bagi para pendidik, Championship 2026 menghadirkan kategori Duta Guru untuk guru dari jenjang SD/MI, SMP/MTs, SMA, SLB dan SMK/sederajat. Peran guru tidak hanya sebagai pengajar, tetapi juga sebagai teladan dalam membentuk karakter siswa. Melalui Duta Guru, diharapkan lahir figur pendidik yang mampu menjadi agen literasi Rupiah serta penggerak nilai CBP Rupiah di lingkungan sekolah dan masyarakat.
Generasi muda juga mendapat ruang strategis melalui kategori Duta Muda, yang terbuka untuk umum mulai dari usia 18 hingga 30 tahun. Pemuda memiliki peran krusial sebagai jembatan antara nilai-nilai kebangsaan dan dinamika zaman. Dengan semangat inovasi dan jejaring yang luas, Duta Muda diharapkan mampu menyuarakan pesan CBP Rupiah secara lebih masif dan relevan, baik di lingkungan sosial maupun ruang digital.
Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!




