Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Tantangan Pendidikan di Era Transformasi Digital

A
Penulis: Akbar Sopianto❯
Assoc. Prof Vita Pramaningsih
Assoc. Prof Vita Pramaningsih

Advertisement

Oleh:
Assoc. Prof Vita Pramaningsih

Dosen Kesehatan Lingkungan Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Muhammadiyah Kalimantan Timur (UMKT)

HARI Pendidikan Nasional (Hardiknas) 2026 kembali hadir sebagai momentum refleksi bagi dunia pendidikan Indonesia. Namun refleksi kali ini tidak bisa dilepaskan dari satu realitas besar yang tengah kita hadapi bersama: derasnya arus transformasi digital yang mengubah hampir seluruh sendi kehidupan, termasuk pendidikan.

Advertisement

Perkembangan teknologi, khususnya artificial intelligence (AI), telah membuka peluang baru sekaligus menghadirkan tantangan yang tidak ringan. Teknologi kini tidak lagi sekadar alat bantu, tetapi telah menjadi bagian integral dari proses belajar-mengajar. Dari ruang kelas hingga ruang virtual, batas-batas pembelajaran semakin kabur.

Dalam konteks ini, kita tidak bisa menolak kehadiran teknologi. Sebaliknya, kita dituntut untuk mampu mengelola dan memanfaatkannya secara bijak. AI, platform pembelajaran digital, hingga berbagai aplikasi berbasis internet memiliki potensi besar untuk meningkatkan kualitas pendidikan, baik bagi pengajar, peserta didik, maupun masyarakat luas.

Namun, optimisme tersebut tidak boleh membuat kita menutup mata terhadap persoalan mendasar yang masih mengemuka, yakni kesenjangan akses teknologi. Di satu sisi, siswa di perkotaan dapat dengan mudah mengakses pembelajaran digital melalui jaringan internet yang memadai. Di sisi lain, masih banyak daerah tertinggal yang harus berjuang dengan keterbatasan infrastruktur, bahkan untuk sekadar terhubung ke internet.

Advertisement

Kesenjangan ini bukan sekadar persoalan teknis, melainkan menyangkut keadilan pendidikan. Jika tidak segera diatasi, transformasi digital justru berpotensi memperlebar jurang ketimpangan kualitas pendidikan antarwilayah.

Di tengah perubahan ini, peran guru dan dosen pun mengalami pergeseran yang signifikan. Mereka tidak lagi menjadi satu-satunya sumber pengetahuan, melainkan bertransformasi menjadi fasilitator, pendamping, sekaligus pembimbing dalam proses belajar. Peserta didik kini memiliki akses luas terhadap berbagai sumber informasi, bahkan dapat belajar secara mandiri melalui platform digital seperti video pembelajaran atau kursus daring.

Meski demikian, ada satu aspek yang tidak boleh tergerus oleh kemajuan teknologi, yakni pendidikan karakter. Di era digital yang serba terbuka, anak-anak sangat rentan terpapar berbagai informasi, baik yang positif maupun negatif. Tanpa fondasi karakter yang kuat, teknologi justru dapat menjadi bumerang.

Di sinilah pentingnya peran keteladanan dari guru, dosen, dan orang tua. Pendidikan tidak hanya tentang transfer pengetahuan, tetapi juga tentang pembentukan nilai, sikap, dan etika. Transformasi digital harus berjalan seiring dengan penguatan karakter agar generasi muda tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga matang secara moral.

Advertisement
Sudahkah Anda mengikuti channel whatsapp kami?
WhatsApp
Kaltim PostIkuti

Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!


Artikel Terkait

Peringati Hardiknas, PLN Indonesia Power UBP Mahakam Santuni 60 Anak Yatim dan Duafa

Peringati Hardiknas, PLN Indonesia Power UBP Mahakam Santuni 60 Anak Yatim dan Duafa

PLN Indonesia Power UBP Mahakam melalui LAZ An Nur PLN IP UBP Mahakam membagikan santunan ke anak yatim dan duafa di Samarinda.

Upacara Peringatan Hardiknas 2026: Bupati Mahulu Sampaikan Pesan Pendidikan Nasional

Upacara Peringatan Hardiknas 2026: Bupati Mahulu Sampaikan Pesan Pendidikan Nasional

UJOH BILANG - Bupati Mahakam Ulu (Mahulu), Angela Idang Belawan bertindak sebagai pembina upacara pada peringatan Hari Pendidikan Nasional.

Mengasah Karakter Lewat Puisi dan Dongeng, Bunda PAUD Kubar Perkuat Literasi Sejak Dini

Mengasah Karakter Lewat Puisi dan Dongeng, Bunda PAUD Kubar Perkuat Literasi Sejak Dini

Para guru PAUD tampak antusias menunjukkan kepiawaian mereka dalam merangkai cerita.

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer