Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Autokritik Partai Politik

R
Penulis: Redaksi KP❯
Herdiansyah Hamzah.

Advertisement

Oleh: Herdiansyah Hamzah

Dosen Hukum Tata Negara Fakultas Hukum Universitas Mulawarman

PARTAI politik hari-hari belakangan ini semakin kehilangan kepercayaan publik (public trust). Bahkan saya sering berkelakar di setiap kesempatan diskusi, “saking tidak percayanya publik kepada partai politik, publik lebih percaya ada kehidupan lain di planet mars dibanding kepada partai politik”.

Advertisement

Jika berbasiskan data, partai politik yang makin kehilangan public trust ini juga sulit untuk kita bantah. Lembaga survei nasional Indikator Politik Indonesia misalnya, yang merilis hasil survei mengenai penilaian masyarakat terhadap lembaga-lembaga negara. Dan sudah bisa kita tebak, partai politik adalah salah satu dari 3 lembaga yang menempati urutan terendah.

Dari 11 lembaga negara, 3 besar urutan terbawah diduduki oleh Kepolisian Republik Indonesia (Polri), Dewan Perwakilan Rakyat (DPR), dan partai politik. Hasil survei ini menjadi semacam early warning bagi partai politik. Ada yang keliru dari cara kita mengelola partai politik sebagai instrumen penting dalam demokrasi. Bayangkan jika partai politik yang seharusnya bertanggungjawab dalam menyaring dan menempatkan orang-orang terbaik dalam pos jabatan pemerintahan, justru kehilangan muruahnya.

Ibarat sapu kotor yang mustahil membersihkan lantai, demikian pula dengan situasi partai politik hari ini. Jika partai-nya “busuk” sejak awal, maka jangan berharap ia akan melahirkan orang-orang terbaik. Begitu banyak problem yang menggurita dalam partai politik, membuat publik tidak hanya semakin kehilangan kepercayaan kepada partai politik, bahkan cenderung “semakin jijik terhadap politik”.

Advertisement

Situasi ini memperkeruh kesadaran politik publik. Lompatan kesadaran politik publik sulit kita dapatkan jika pilar demokrasi ini tidak memainkan fungsinya sebagaimana mestinya. Alih-alih berusaha keras mendorong kesadaran politik publik agar semakin maju, perilaku politik yang “banal”, justru membuat publik semakin menjauh dari politik.

Khitah Partai

Partai politik sejatinya adalah alat perjuangan sekaligus instrumen demokrasi yang efektif. Dan itu hanya akan bisa diwujudkan jika partai politik mampu dikelola dengan sebagai tujuan dan fungsi-nya. Dalam konteks keindonesiaan, partai politik dimaknai sebagai, “organisasi yang dibentuk oleh sekelompok warga negara Indonesia secara sukarela atas dasar kesamaan kehendak dan cita-cita untuk memperjuangkan dan membela kepentingan politik anggota, masyarakat, bangsa dan negara”.

Artinya, partai politik didirikan bukan untuk kepentingan anggota semata secara sempit, namun juga untuk kepentingan masyarakat, bangsa, dan negara yang sifatnya lebih luas. Oleh karena itu, partai politik didesain sebagai alat untuk membangun kesadaran politik masyarakat sehingga membuka ruang partisipasi dalam setiap pengambilan keputusan-keputusan politik negara yang strategis dan berdampak luas.

Advertisement
Sudahkah Anda mengikuti channel whatsapp kami?
WhatsApp
Kaltim PostIkuti

Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!


Artikel Terkait

Bantah Isu Kompromi Politik, PDIP Klaim Tekanan Hak Angket DPRD Kaltim Berhasil Buat Pemprov Sadar

Bantah Isu Kompromi Politik, PDIP Klaim Tekanan Hak Angket DPRD Kaltim Berhasil Buat Pemprov Sadar

Wacana hak angket DPRD Kaltim mengendur. Fraksi PDIP sebut tuntutan publik mulai direspons dan bantah ada kompromi politik.

Hak Angket DPRD Kaltim Terancam Masuk Angin, Paripurna Lagi-Lagi Batal Punya Kepastian

Hak Angket DPRD Kaltim Terancam Masuk Angin, Paripurna Lagi-Lagi Batal Punya Kepastian

Paripurna Hak Angket DPRD Kaltim kembali berstatus tentatif di Banmus. Kuorum 41 anggota dewan masih jadi ganjalan utama.

Gagal Paripurna di Juli, DPRD Kaltim Bawa Usulan Hak Angket ke Rapat Banmus 4 Agustus

Gagal Paripurna di Juli, DPRD Kaltim Bawa Usulan Hak Angket ke Rapat Banmus 4 Agustus

Usulan hak angket DPRD Kaltim dipastikan tak kandas. Hamas sebut pembahasan terus berjalan & bakal dijadwalkan ulang di Banmus 4 Agustus.

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer