
Oleh: Rusdiansyah Aras
Jurnalis dan Ketua Umum KONI Kaltim
KALTIMPOST.ID - Keputusan pemerintah mengembalikan pengelolaan Pekan Olahraga Pelajar Nasional (Popnas) dan Pekan Olahraga Mahasiswa Nasional (Pomnas) ke kementerian pendidikan merupakan langkah besar yang patut diapresiasi.
Bagi saya, keputusan ini bukan sekadar perpindahan kewenangan administratif. Lebih dari itu, ini adalah momentum penting untuk membenahi sistem pembinaan atlet nasional yang selama ini kerap berjalan tumpang tindih.
Sudah lama pembinaan atlet pelajar berada di persimpangan antara kepentingan olahraga dan pendidikan. Akibatnya, banyak program berjalan tidak sinkron. Jadwal kompetisi berbenturan dengan agenda akademik, sementara pembinaan atlet muda sering kehilangan arah yang jelas.
Dengan pengelolaan Popnas dikembalikan ke Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah serta Pomnas ke Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi, jalur pembinaan menjadi lebih linear.
Atlet pelajar pada dasarnya adalah siswa. Karena itu, lembaga pendidikan merupakan tempat paling tepat untuk mengelola pembinaan mereka sejak dini.
Kebijakan ini membuka peluang sinkronisasi antara kurikulum pendidikan dan kalender kompetisi olahraga. Dengan demikian, siswa tidak lagi dipaksa memilih antara prestasi akademik atau olahraga.
Saya juga melihat langkah Kementerian Pemuda dan Olahraga yang membuka kolaborasi lintas sektor sebagai terobosan penting.
Pelibatan TNI, Polri, dan berbagai institusi lainnya dalam menjaring talenta olahraga nasional merupakan strategi yang sangat relevan dengan kondisi Indonesia yang luas dan beragam.
Kita harus mengakui, banyak atlet berbakat lahir dari daerah-daerah terpencil atau lingkungan kedinasan yang selama ini belum tersentuh sistem pembinaan nasional secara optimal.
Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!




