
Oleh: Rusdiansyah Aras*
KALTIMPOST.ID - Rabu, 20 Mei mendatang akan menjadi momentum penting bagi dunia pers di Kalimantan Timur. Bertempat di Hotel Grand Tjokro Balikpapan, kepengurusan baru Serikat Perusahaan Pers (SPS) Kaltim resmi dilantik dan dikukuhkan.
Di bawah kepemimpinan Direktur Balikpapan Pos, Ajid Kurniawan, SPS Kaltim memasuki babak baru yang penuh tantangan. Organisasi perusahaan pers itu kini dituntut mampu menjadi lokomotif perubahan di tengah derasnya arus disrupsi digital.
Momentum pelantikan terasa semakin strategis karena dijadwalkan dihadiri langsung Gubernur Kaltim Rudy Mas’ud. Kehadiran kepala daerah dinilai menjadi sinyal bahwa pemerintah menaruh perhatian besar terhadap keberlangsungan pers sebagai mitra pembangunan, terutama di tengah transformasi Kaltim sebagai penyangga Ibu Kota Nusantara (IKN).
Usai pelantikan, agenda akan dilanjutkan dengan dialog media bertema “Media Berkelanjutan, Membangun Pers yang Profesional dan Independen di Kaltim”.
Tema tersebut bukan sekadar slogan. Di baliknya tersimpan kegelisahan besar industri media saat ini: mampukah perusahaan pers bertahan di era digital yang bergerak sangat cepat?
Realitasnya, industri media konvensional sedang menghadapi tekanan berat. Disrupsi digital, dominasi media sosial, hingga perubahan pola konsumsi informasi membuat lanskap bisnis media berubah drastis.
Kini informasi diproduksi dan disebarkan dalam hitungan detik oleh siapa saja. Persoalannya, tidak semua informasi hadir dengan standar jurnalistik yang benar.
Di titik inilah SPS Kaltim dituntut mengambil peran penting. Perusahaan pers tidak bisa lagi bertahan dengan pola lama. Transformasi digital menjadi kebutuhan mutlak jika tidak ingin tertinggal.
Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!




