Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Dari Menara Ilmu ke Dapur Massal

R
Penulis: Redaksi KP❯
Jusuf Kuleh.
Jusuf Kuleh.

Advertisement

 

Oleh:

Jusuf Kuleh

Advertisement

Pengamat Ekonomi Universitas Mulawarman

GAGASAN menjadikan kampus sebagai pusat dapur program Makan Bergizi Gratis (MBG) sekilas tampak progresif dan solutif. Di tengah problem gizi nasional, pelibatan perguruan tinggi dianggap sebagai langkah kolaboratif yang cerdas.

Namun jika ditelisik lebih dalam, kebijakan ini justru membuka satu persoalan mendasar: penyimpangan fungsi universitas dari hakikatnya. Respons tegas datang dari Universitas Indonesia yang melalui rektornya menegaskan bahwa tugas utama kampus adalah pendidikan, riset, dan pengabdian kepada masyarakat, bukan memasak.

Advertisement

Pernyataan tersebut bukan bentuk resistensi birokratis, melainkan refleksi rasional atas arah kebijakan yang mulai kehilangan pijakan. Universitas bukanlah unit operasional negara yang bisa dengan mudah dialihkan menjadi pelaksana program logistik. Ia adalah institusi pencipta pengetahuan, ruang pembentukan nalar kritis, dan pusat inovasi.

Ketika kampus diminta membangun dapur MBG, yang terjadi bukan sekadar diversifikasi kegiatan, melainkan pergeseran peran yang berpotensi merusak ekosistem akademik itu sendiri.

Masalahnya menjadi semakin serius ketika melihat skala program yang direncanakan. Satu dapur MBG tidak berdiri dalam ruang sederhana. Ia membutuhkan dukungan besar: lahan pertanian, peternakan, rantai pasok bahan baku, hingga sistem distribusi pangan yang kompleks. Ini bukan lagi laboratorium pembelajaran, melainkan sebuah industri pangan berskala masif. Jika kampus masuk terlalu dalam operasional semacam ini, maka batas antara pendidikan dan bisnis akan kabur.

Kampus bisa berubah dari pusat ilmu menjadi entitas produksi, sementara mahasiswa berisiko bergeser dari pembelajar menjadi tenaga kerja terselubung dengan label “praktik lapangan”.

Advertisement
Sudahkah Anda mengikuti channel whatsapp kami?
WhatsApp
Kaltim PostIkuti

Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!


Artikel Terkait

Evaluasi 2 Tahun Prabowo-Gibran, PKS Desak Perbaikan MBG dan Soroti Ijazah Gibran

Evaluasi 2 Tahun Prabowo-Gibran, PKS Desak Perbaikan MBG dan Soroti Ijazah Gibran

Menjelang dua tahun Prabowo-Gibran, PKS menyoroti tata kelola MBG, pemberantasan korupsi, perlindungan hutan, dan polemik ijazah Gibran.

Ledek Siswi Korban Keracunan Makan Bergizi Gratis, Pegawai SPPG Dikecam Wapres Gibran & Dipecat BGN

Ledek Siswi Korban Keracunan Makan Bergizi Gratis, Pegawai SPPG Dikecam Wapres Gibran & Dipecat BGN

Pegawai SPPG yang olok-olok korban MBG viral. BGN mengambil langkah tegas setelah video tersebut menuai kecaman dan perhatian publik.

MBG Ubah Pola Permintaan Ayam, Varia Niaga: Harga Cenderung Naik

MBG Ubah Pola Permintaan Ayam, Varia Niaga: Harga Cenderung Naik

MBG ikut mengubah pola permintaan ayam di Samarinda. Perumda Varia Niaga Samarinda melihat peningkatan kebutuhan ayam

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer