Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Democrazy Kampus

R

 


Advertisement

Herdiansyah Hamzah.

Oleh: Herdiansyah Hamzah

Dosen Departemen Hukum Tata Negara Fakultas Hukum Universitas Mulawarman 

Advertisement

ISTILAH “democrazy” ini adalah bentuk “sarkastik”. Gaya bahasa yang sengaja digunakan untuk mengolok atau menyindir praktIk demokrasi yang tidak lagi berjalan on the track sebagaimana khitahnya.

Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), sarkastik dimaknai sebagai bahasa yang bersifat mengejek, atau mengandung sarkasme. Sebagai contoh kalimat, “ia bicara dengan nada sarkastik”.

Sementara sarkasme sendiri merupakan bentuk penggunaan kata-kata pedas untuk menyakiti hati orang lain; cemoohan atau ejekan yang dianggap “kasar”.

Advertisement

Menurut Merriam-Webster, sarcastic atau sarcasm, adalah bentuk penggunaan kata-kata yang berarti kebalikan dari apa yang ingin dikatakan, terutama untuk menghina, menunjukkan kejengkelan, atau untuk melucu: suatu gaya humor satir yang bergantung pada bahasa ironis dan biasanya pahit serta pedas untuk mencapai efeknya.

Sedangkan dalam Cambridge Dictionary, sarcastic dimaknai sebagai bentuk penggunaan ucapan yang jelas-jelas bermaksud berlawanan dengan apa yang Anda katakan, dengan tujuan menyakiti perasaan seseorang atau mengkritik sesuatu secara humoris. 

Tulisan ini hendak menempatkan kata “democrazy” sebagai olok-olok terhadap demokrasi kampus hari ini yang sarat dengan kooptasi kekuasaan, sehingga mematikan prinsip-prinsip demokrasi sebagai penuntun kita bersama.

Bahasa sarkastik ini ingin menampar sivitas akademika, yang berdiam diri dengan kegilaan demokrasi dalam kampus. Demokrasi kian menjauh, berubah wujud menjadi demokrasi yang benar-benar gila, alias “democrazy”. Secara konseptual, istilah “democrazy” yang disandingkan dengan kata “kampus” ini merujuk pada bahasa sarkastik yang ingin digunakan secara kritis.

Advertisement
Sudahkah Anda mengikuti channel whatsapp kami?
WhatsApp
Kaltim PostIkuti

Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!


Artikel Terkait

Pengamat Unmul Kritik Koperasi Desa Merah Putih, Soroti Perencanaan dan Lokasi Gerai

Pengamat Unmul Kritik Koperasi Desa Merah Putih, Soroti Perencanaan dan Lokasi Gerai

Pengamat Unmul menilai Koperasi Desa Merah Putih perlu perencanaan matang, termasuk lokasi gerai dan potensi pasar agar usaha berkelanjutan.

Unmul Terapkan IPAL di UMKM Tempe Loa Pari Kukar, Atasi 1.500 Liter Limbah Cair Setiap Hari

Unmul Terapkan IPAL di UMKM Tempe Loa Pari Kukar, Atasi 1.500 Liter Limbah Cair Setiap Hari

Produksi tempe di Loa Pari menghasilkan 1.500 liter limbah cair per hari. Unmul membantu UMKM mengolahnya dengan teknologi IPAL.

Diskes Kutim Siapkan Sembilan Beasiswa Kedokteran, Penerima Wajib Mengabdi di Daerah

Diskes Kutim Siapkan Sembilan Beasiswa Kedokteran, Penerima Wajib Mengabdi di Daerah

Diskes Kutim kembali membuka program beasiswa pendidikan tenaga kesehatan melalui kerja sama dengan Universitas Mulawarman.

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer