Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Wargantara: Denonim di Ibu Kota Nusantara

Romdani.
Penulis: Romdani.❯
Ali Kusno
Ali Kusno

Advertisement

Oleh:

Ali Kusno

Widyabasa dan Kepakaran Linguistik Forensik

Advertisement

 

KALTIMPOST.ID-"Batas bahasaku adalah batas duniaku.” Begitu Ludwig Wittgenstein, filsuf ternama, pernah menyatakan. Prinsip itu menegaskan bahwa apa yang tidak mampu didefinisikan oleh bahasa, tidak akan mampu menjadi bagian dari realitas yang bermakna bagi manusia.

Prinsip itulah yang menjadi landasan krusial bagi Ibu Kota Nusantara (IKN). Nama Nusantara kini perlahan telah diterima oleh publik sebagai penamaan resmi bagi calon ibu kota negara. Istilah itu tidak lagi sekadar konsep administratif, melainkan mulai bersemi dalam kesadaran kolektif bangsa.

Advertisement

Dalam berbagai kesempatan, Kepala Otorita IKN Basuki Hadimuljono secara konsisten menekankan bahwa IKN dibangun sebagai “rumah bagi semua”. Visi inklusivitas itu memberikan legitimasi moral yang kuat bagi pembangunan ibu kota yang merangkul keberagaman.

Namun, agar visi tersebut dapat terinternalisasi secara psikologis dan sosiologis oleh penghuninya, diperlukan uluran linguistik. Perangkat linguistik yang konkret memperkuat rasa kepemilikan. Perangkat yang mampu meleburkan sekat-sekat kesukuan menjadi satu identitas yang utuh.

Pembangunan IKN bukan sekadar proyek perpindahan pusat birokrasi atau perhelatan masif pembangunan infrastruktur fisik. Lebih jauh dari itu, IKN merupakan sebuah eksperimen sosiologis dan kebudayaan yang paling visioner dalam sejarah modern Indonesia.

IKN harus menjadi laboratorium sosial tempat terjadinya akulturasi budaya secara organik. Ego kesukuan yang selama ini kerap membatasi ruang interaksi harus ditinggalkan.

Advertisement
Sudahkah Anda mengikuti channel whatsapp kami?
WhatsApp
Kaltim PostIkuti

Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!


Artikel Terkait

Borneo FC Gagal Kalahkan 9 Pemain PSM Makassar, Darije Kalezic Ungkap Strategi Redam Pesut Etam

Borneo FC Gagal Kalahkan 9 Pemain PSM Makassar, Darije Kalezic Ungkap Strategi Redam Pesut Etam

PSM Makassar tahan Borneo FC 1-1 meski mendapat dua kartu merah. Darije Kalezic puji mentalitas pemain dan semangat Ewako.

Dominasi Tak Berbuah Kemenangan, Mauro Jeronimo Ungkap Penyebab Borneo FC Ditahan PSM Makassar 1-1

Dominasi Tak Berbuah Kemenangan, Mauro Jeronimo Ungkap Penyebab Borneo FC Ditahan PSM Makassar 1-1

Borneo FC ditahan PSM Makassar 1-1 di Stadion Segiri. Mauro Jeronimo soroti lemahnya finishing, kreativitas, dan koordinasi pertahanan.

Mahulu Segera Punya Kantor BPN? Pemkab Siapkan Lahan, Tunggu Persetujuan Pusat

Mahulu Segera Punya Kantor BPN? Pemkab Siapkan Lahan, Tunggu Persetujuan Pusat

Pemkab Mahulu mulai ukur lahan kantor BPN untuk mempermudah layanan pertanahan. Pembentukan satuan kerja masih menunggu persetujuan pusat.

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer