
Oleh:
Roedy Haryo Widjono AMZ
Budayawan dan Aktivis Nomaden Institute
KALTIMPOST.ID-Dinding kekuasaan adalah kanvas abadi bagi peradaban. Ia menjadi medium propaganda dan galeri bagi narasi dominan, otoritas, dan kontrol sosial. Sejarah mencatat dinding sebagai kanvas penegasan hegemoni kekuasaan.
Lukisan dinding karya Pietro da Cortona di langit-langit Palazzo Barberini, Roma, berjudul Alegori Kekuasaan Barberini tak hanya mahakarya lukisan dinding Barok, tetapi juga ekspresi legitimasi kekuasaan.
Baca Juga: Jelang Kejurprov Kaltim, PB Hevindo Fokus Hadapi Sirnas C Bayan Open 2026 dan Kejar Ranking Nasional
Dinding istana negara dan gedung pemerintahan adalah galeri kekuasaan. Pada rumah kekuasaan itu terpajang bangkai ikan-ikan dengan mata redup dan mulut terkatup. Ketika para tamu datang memuji, tuan rumah tersenyum.
Tidak ada yang bertanya, “Ikan itu ditangkap di sungai mana, dan dengan umpan apa? Di negeri ini, warganya sudah terlalu lama terbiasa mengagumi ikan-ikan pajangan, hingga lupa bagaimana rasanya air sungai yang tercemar limbah ketidakadilan.
Setiap lima tahun sekali musim ketidakadilan itu datang. Jala besar ditebarkan penguasa dari Long Apari hingga ibu kota provinsi.
Isinya bukan hanya suara, tapi juga harapan, amarah, dan rasa lapar yang menggumpal. Setelah jala ditarik, dimulailah proses pengawetan.
Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!





