Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Yang Megah Belum Tentu Berguna

R
Penulis: Redaksi KP❯
Syafruddin Pernyata.
Syafruddin Pernyata.

Advertisement

Oleh:

Syafruddin Pernyata
Tokoh Literasi Kaltim

SUATU hari saya menyusuri Sungai Mahakam. Air mengalir tenang, sementara perahu yang saya tumpangi membelah arus menuju sebuah kecamatan di pedalaman. Di kejauhan berdiri sebuah jembatan beton yang megah. Bentangnya panjang, tiangnya menjulang, seolah menjadi lambang kemajuan.

Advertisement

Saya membayangkan besarnya manfaat jembatan itu. Ia tentu dibangun untuk menghubungkan wilayah, memperpendek waktu tempuh, memperlancar arus barang dan jasa, sekaligus membuka keterisolasian masyarakat.

Ketika perahu merapat, saya bertanya kepada beberapa warga.

"Apakah jembatan itu sudah bisa dilewati?"

Advertisement

Mereka saling berpandangan, lalu tersenyum tipis.

"Belum, Pak. Sudah lebih dari sepuluh tahun."

Saya terdiam.

Bukan karena jembatannya rusak. Bangunan itu tetap berdiri kokoh. Persoalannya ternyata sederhana, tetapi sangat mendasar: jalan pendekat menuju jembatan belum tersedia. Tanpa jalan pendekat, jembatan itu belum mampu menjalankan fungsi utamanya sebagai penghubung.

Advertisement
Sudahkah Anda mengikuti channel whatsapp kami?
WhatsApp
Kaltim PostIkuti

Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!


Artikel Terkait

Benahi Layanan Pemanduan Kapal, Pelindo Jasa Maritim Serap Aspirasi Pelanggan Utama

Benahi Layanan Pemanduan Kapal, Pelindo Jasa Maritim Serap Aspirasi Pelanggan Utama

Pelindo Jasa Maritim serap masukan pelanggan di Yogyakarta guna benahi layanan pemanduan & penundaan kapal. Dukung logistik nasional!

Kabut Asap di Samarinda Makin Pekat, Diskes Rekomendasikan Sekolah PJJ pada 15–17 Oktober 2026

Kabut Asap di Samarinda Makin Pekat, Diskes Rekomendasikan Sekolah PJJ pada 15–17 Oktober 2026

Kualitas udara Samarinda memburuk akibat kabut asap karhutla. Dinkes rekomendasikan sekolah menerapkan PJJ pada 15–17 Oktober 2026.

Jejak Tempakul di Tepian Ibu Kandung Samarinda

Jejak Tempakul di Tepian Ibu Kandung Samarinda

Dulu, di tepian-tepian Sungai Karang Mumus, di antara lumpur dan tebing bibir sungai kerap didapati binatang antik bernama tempakul.

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer