
Oleh: Muhammad Aufal Fresky, Esais asal Madura
KALTIMPOST.ID, Menarik sekali membaca tulisan Prof. Akh. Muzakki berjudul “Sukses Butuh Sanad Perjuangan” yang dipublikasikan di laman uinsa.ac.id. Sebuah catatan yang “bergizi”, penuh wawasan, dan membangkitkan gairah perjuangan. Setidaknya, begitulah yang saya rasakan manakala menikmati artikel itu.
Guru Besar UIN Sunan Ampel tersebut menegaskan bahwa untuk meraih kesuksesan hidup, kita bisa belajar kepada orang-orang yang telah lebih dahulu sukses, baik yang masih hidup di tengah-tengah kita maupun yang telah mendahului kita.
Saya pribadi melihat bahwa Muzakki hendak menjelaskan kepada pembaca bahwa untuk meniti jalan kesuksesan, setiap dari kita perlu menimba ilmu, pengetahuan, wawasan, dan kebijaksanaan hidup kepada orang-orang yang telah teruji spirit perjuangan, pengorbanan, pengabdian, dan dedikasinya selama hidup. Sukses membutuhkan sanad perjuangan, yang bisa dimaknai sebagai silsilah ruhaniyah atau spiritual linkage, yakni keterikatan spiritual.
Tulisan Muzakki yang cukup mencerahkan itu menjadi inspirasi tersendiri bagi saya untuk menuliskan catatan ini. Dalam hidup, kita bisa memetik hikmah dari perjalanan seseorang yang kontribusinya untuk agama, nusa, dan bangsa tidak perlu diragukan lagi.
Seperti yang telah dikemukakan Muzakki, mengambil spirit perjuangan tokoh di masa silam begitu penting untuk melangsungkan langkah perjuangan kita pada masa sekarang. Kita juga dapat mempelajari atau meniru strategi perjuangan mereka, sekaligus menghidupkan obor perjuangan para tokoh tersebut.
Baca Juga: Menjaga Profesionalisme ASN di Tengah Keterbatasan Anggaran
Dengan begitu, kita, khususnya kaum muda, tidak kehilangan arah dan tidak gampang terombang-ambing oleh keadaan. Sebab, kita telah memiliki panutan yang jelas untuk diteladani sifat, sikap, dan kepribadiannya. Kita juga telah mempunyai sosok-sosok inspiratif yang tutur kata dan perbuatannya bisa kita jadikan rujukan.
Mereka menjadi “kompas” dan “pelita” dalam setiap jejak langkah kita. Dengan memiliki tokoh rujukan yang bisa dijadikan panutan hidup, secara tidak langsung kita sedang meneladani laku hidupnya, termasuk arah perjuangannya. Hal tersebut menghindarkan kita dari pengaruh orang-orang yang wataknya belum teruji.
Di Indonesia, banyak sekali tokoh, baik yang masih hidup maupun telah wafat, yang bisa kita teladani spirit perjuangannya. Sebut saja KH Hasyim Asy’ari, KH Ahmad Dahlan, Bung Karno, Bung Hatta, Hamka, Haji Agus Salim, Mohammad Natsir, Tan Malaka, R.A. Kartini, dan sebagainya.
Banyak pahlawan bangsa yang namanya tercatat dalam lembaran sejarah ataupun yang tidak sempat tercatat, tetapi jasa-jasanya begitu besar dalam mengusir para penjajah dari bumi Ibu Pertiwi. Semangat dan konsistensi mereka dalam membela kepentingan rakyat begitu tinggi. Sebagian ada yang dipenjara bertahun-tahun, diintimidasi, dan bahkan diasingkan ke pulau terpencil.
Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!


