Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Tata Kelola Pemilu: Electoral Governance

R
Penulis: Redaksi KP❯
Mohammad Taufik.
Mohammad Taufik.

Advertisement

Oleh:

Mohammad Taufik

Dosen FISIP Universitas Mulawarman

Advertisement

Mantan Ketua KPU Kaltim

Pemilu sering dipahami sebagai momentum ketika rakyat memberikan suara untuk menentukan wakil dan pemimpinnya. Namun, pemilu tidak berhenti pada proses pencoblosan, penghitungan suara, dan penetapan pemenang. Pemilu merupakan institusi politik yang menentukan bagaimana kekuasaan diperebutkan, bagaimana kepentingan masyarakat direpresentasikan, dan bagaimana legitimasi pemerintahan dibentuk.

Dalam konteks tersebut, buku "Tata Kelola Pemilu: Electoral Governance" karya Ramlan Surbakti menawarkan perspektif yang penting. Buku ini mengajak pembaca melihat pemilu sebagai sebuah sistem tata kelola yang mencakup aturan, kelembagaan, pelaksanaan, pengawasan, penegakan hukum, dan penyelesaian sengketa. Perspektif tersebut menjadi penting karena kualitas demokrasi tidak hanya ditentukan oleh ada atau tidaknya pemilu, tetapi juga oleh kualitas proses yang mengatur kompetisi politik.

Advertisement

Sebagai sebuah karya akademik, buku ini memiliki kontribusi besar dalam memperluas cara pandang terhadap pemilu. Namun, buku ini juga dapat dikritisi karena tantangan pemilu kontemporer telah berkembang semakin kompleks. Perubahan teknologi digital, politik uang, oligarki, politik identitas, dinasti politik, kampanye digital, disinformasi, serta ketimpangan sumber daya politik menuntut pengembangan konsep “electoral governance” yang lebih dinamis.

Pemilu Bukan Sekadar Memilih

Pertanyaan paling mendasar dalam memahami pemilu bukanlah "siapa yang menang", tetapi "bagaimana kemenangan tersebut diperoleh".

Pertanyaan tersebut menjadi pintu masuk yang menarik untuk membaca buku Ramlan Surbakti. Pemilu dapat berlangsung secara teratur, tetapi belum tentu menghasilkan kompetisi politik yang benar-benar adil. Pemilih dapat datang ke tempat pemungutan suara, tetapi hak politik mereka belum tentu terlindungi secara substantif. Penyelenggara dapat bekerja sesuai prosedur, tetapi integritas pemilu tetap dapat dipersoalkan apabila terdapat intervensi, politik uang, manipulasi informasi, atau ketimpangan sumber daya antar peserta.

Advertisement
Sudahkah Anda mengikuti channel whatsapp kami?
WhatsApp
Kaltim PostIkuti

Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!


Artikel Terkait

Pengamat Unmul Peringatkan Bahaya Sindrom ABS bagi Kebijakan Presiden Prabowo Subianto

Pengamat Unmul Peringatkan Bahaya Sindrom ABS bagi Kebijakan Presiden Prabowo Subianto

Pengamat politik Unmul Saipul Bachtiar sebut pola Asal Bapak Senang (ABS) di pemerintahan Prabowo berdampak negatif bagi kebijakan.

Pemilu 2029 di Balikpapan: Fokus Koordinasi Mulai Juni 2027

Pemilu 2029 di Balikpapan: Fokus Koordinasi Mulai Juni 2027

Bakesbangpol Balikpapan mulai matangkan persiapan Pemilu 2029. Koordinasi lintas lembaga dijadwalkan berjalan mulai Juni 2027 mendatang.

Istana Tepis Isu Reshuffle Kabinet dan Ganti Kapolri untuk "Preteli" Pengaruh Jokowi

Istana Tepis Isu Reshuffle Kabinet dan Ganti Kapolri untuk "Preteli" Pengaruh Jokowi

Wamensesneg Bambang Eko menepis isu reshuffle kabinet dan pergantian Kapolri bertujuan "mempreteli" pengaruh Jokowi. Ia tegaskan solid.

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer