Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Sawit, Karhutla, dan Keadilan Persepsi Global

A
Dimas Haryo Pamungkas
Dimas Haryo Pamungkas

Advertisement

 

Oleh: Dimas Haryo Pamungkas

Peneliti dan Pengamat Kebijakan Publik

Advertisement

 

Setiap kali kebakaran hutan dan lahan (karhutla) terjadi di Indonesia, kelapa sawit hampir selalu menjadi salah satu pihak yang paling cepat disalahkan. Seolah-olah setiap hutan yang terbakar pasti berkaitan dengan ekspansi perkebunan sawit.

Padahal, apakah benar lahan yang terbakar tersebut akan menjadi perkebunan sawit? Apakah api memang berasal dari kegiatan perkebunan? Atau justru kebakaran bermula dari luar kawasan perkebunan, kemudian merambat ke berbagai penggunaan lahan lainnya?

Advertisement

Data hotspot dari satelit MODIS maupun VIIRS dapat membantu mendeteksi aktivitas panas dan perkembangan kebakaran. Namun, persoalan mendasarnya justru terletak pada data hotspot yang tidak otomatis menjelaskan dari mana api pertama kali berasal, siapa pelakunya, apalagi untuk tujuan apa lahan tersebut dibakar.

Ironisnya, kesimpulan mengenai pihak yang dituduh harus bertanggung jawab terkadang lebih cepat muncul sebelum ada pembuktian ilmiahnya yang lebih spesifik. Lebih buruknya lagi, semua kesalahan disematkan pada 1 komoditi, kelapa sawit. Persoalan ini sebenarnya jauh lebih besar daripada persoalan karhutla yang saat ini sedang dihadapi.

Selama puluhan tahun, berbagai kampanye lingkungan internasional telah membentuk persepsi global bahwa kelapa sawit identik dengan deforestasi, kerusakan lingkungan, dan emisi karbon tinggi.

Saya melihat ada kepentingan ekonomi global yang patut dipertanyakan di balik kuatnya kampanye tersebut. Siapa yang mendanai berbagai organisasi lingkungan internasional? Adakah kepentingan bisnis komoditas pesaing yang turut memperoleh keuntungan dari tekanan terhadap sawit?

Advertisement
Editor : Thomas Priyandoko
Sudahkah Anda mengikuti channel whatsapp kami?
WhatsApp
Kaltim PostIkuti

Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!


Artikel Terkait

Imbas Demam AI, Produsen Diprediksi Ogah Bikin HP Murah Mulai 2030

Imbas Demam AI, Produsen Diprediksi Ogah Bikin HP Murah Mulai 2030

Booming AI tekan industri HP murah. Segmen harga di bawah Rp3,5 juta diprediksi menyusut hingga 40% pada 2030 akibat imbas RAMageddon.

Alokasi DBH Sawit PPU Rp4 Miliar, Bupati Sebut Belum Cukup, Hanya untuk Jalan Setengah Kilometer

Alokasi DBH Sawit PPU Rp4 Miliar, Bupati Sebut Belum Cukup, Hanya untuk Jalan Setengah Kilometer

Bupati PPU Mudyat Noor tinjau jalan rusak akibat truk sawit. Ia sebut DBH Rp4 M tak cukup biayai semua perbaikan infrastruktur daerah.

Lima Peluang dan Tantangan Utama Industri Sawit Nasional Jelang 2027

Lima Peluang dan Tantangan Utama Industri Sawit Nasional Jelang 2027

Industri sawit nasional bersiap bangkit pada 2027. Kepastian hukum dan perbaikan tata kelola jadi kunci sukses pergerakan ekonomi ini!

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer