Oleh: Rusdiansyah Aras
Hari Pers Nasional (HPN) bukan sekadar seremoni tahunan atau ajang berkumpulnya insan media. Bagi Kalimantan Timur, HPN adalah momentum untuk bercermin dan mengukur peran pers di tengah perubahan besar yang sedang berlangsung.
Deru pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN) dan transformasi ekonomi menimbulkan satu pertanyaan mendasar: di mana posisi pers Kalimantan Timur hari ini, dan ke mana arah langkahnya ke depan?
Sebagai bagian dari keluarga besar pers sekaligus penggiat olahraga, saya melihat kesamaan mendasar antara wartawan dan atlet. Keduanya dituntut disiplin, sportivitas, serta daya tahan mental. Dari titik inilah, cita-cita mewujudkan Kalimantan Timur yang berdaulat secara ekonomi dan kuat secara karakter perlu ditopang tiga pilar utama.
Pers yang Sehat, Demokrasi yang Kuat
Pers yang sehat adalah hulu dari demokrasi yang jernih. Sehat bukan hanya soal keberlangsungan bisnis media, tetapi terutama tentang terjaganya idealisme.
Uji Kompetensi Wartawan layaknya pemanasan sebelum bertanding. Sertifikasi bukan formalitas, melainkan jaminan bahwa informasi yang dikonsumsi publik disajikan secara etis, akurat, dan bertanggung jawab.
Independensi pers juga harus terus dilatih agar tetap “berotot”. Di tengah arus politik dan kepentingan, pers wajib berdiri tegak. Fungsi kontrol sosial harus tajam, bukan untuk menjatuhkan, melainkan mengoreksi secara konstruktif demi kepentingan masyarakat.
Di era banjir informasi, pers berperan sebagai penjernih. Saat hoaks menjadi polusi yang merusak nalar publik, pers harus hadir sebagai oksigen yang menyehatkan ruang demokrasi.
Kedaulatan Ekonomi dan Peran Strategis Pers
Kalimantan Timur berada di persimpangan sejarah. Ketergantungan pada sektor tambang perlahan diarahkan menuju ekonomi hijau dan hilirisasi. Dalam proses ini, peran pers menjadi semakin krusial.
Pembangunan IKN harus dikawal agar tidak menjadikan masyarakat lokal sekadar penonton. Warga Kaltim tidak cukup hanya mencium aroma pembangunan tanpa merasakannya di meja makan. Pers perlu konsisten menyuarakan kepentingan daerah agar IKN benar-benar menjadi motor kedaulatan ekonomi rakyat.
Selain itu, pers memiliki peran penting membuka panggung bagi potensi lokal. Dari pesona wisata Berau hingga kreativitas UMKM di pelosok desa, semua membutuhkan narasi yang kuat dan berkelanjutan agar dilirik pasar nasional bahkan internasional.
Membangun Kaltim yang Kuat dan Berkarakter
Kalimantan Timur yang tangguh tidak hanya dibangun dengan infrastruktur fisik, tetapi juga melalui kekuatan mental dan informasi.
Informasi pembangunan harus menembus batas geografis. Tidak boleh hanya berputar di pusat kota, sementara masyarakat di Mahakam Ulu hingga wilayah pesisir terluar tertinggal akses informasi. Di sinilah pers memikul tanggung jawab memastikan keadilan informasi bagi seluruh warga.
Pers juga perlu memperbanyak narasi prestasi. Cerita tentang pemuda inspiratif, atlet yang berjuang di gelanggang, hingga inovator lokal harus mendapat ruang yang layak. Narasi semacam ini menumbuhkan mentalitas juara dan rasa percaya diri kolektif masyarakat Kalimantan Timur.
Kolaborasi untuk Masa Depan
Menjadikan pers sehat dan ekonomi berdaulat bukan pekerjaan satu pihak. Dibutuhkan kolaborasi yang saling menguatkan.
Pemerintah daerah perlu memandang pers sebagai mitra strategis dalam edukasi publik, bukan sekadar objek pemberitaan. Di sisi lain, perusahaan pers harus adaptif terhadap teknologi digital tanpa mengorbankan akurasi dan etika jurnalistik demi sensasi sesaat.
Mari menjadikan pena setangguh tekad atlet di garis akhir. Pers yang sehat akan melahirkan informasi yang kuat. Informasi yang kuat membentuk masyarakat yang cerdas. Dari sanalah Kalimantan Timur yang berdaulat bukan lagi slogan, melainkan kenyataan yang dirasakan bersama.
Selamat Hari Pers Nasional. (*)
Editor : Ery Supriyadi