Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Virus Nipah Mengintai Asia, Paser Perketat Pengawasan Kapal Asing

M
Penulis: Muhammad Najib❯

Perairan di Kabupaten Paser terus diperketat menyusul maraknya kasus vVrus Nipah di berbagai negara.
Perairan di Kabupaten Paser terus diperketat menyusul maraknya kasus vVrus Nipah di berbagai negara.


Advertisement

KALTIMPOST.ID, TANAH GROGOT – Ancaman Virus Nipah yang kembali mencuat di sejumlah negara Asia membuat pengawasan pintu masuk internasional di Kabupaten Paser diperketat.

Balai Kekarantinaan Kesehatan (Karkes) Kelas I Balikpapan Wilayah Kerja Tanah Grogot meningkatkan kewaspadaan menyusul arahan Kementerian Kesehatan RI. Langkah ini diambil setelah munculnya kasus mematikan di India serta peningkatan status siaga di Singapura dan Malaysia.

Kepala Balai Kekarantinaan Kesehatan Kelas I Balikpapan, dr Bangun Cahyo Utomo, menegaskan bahwa Indonesia memang belum mencatat kasus konfirmasi pada manusia. Namun, risiko penularan tetap tinggi.

Hal itu didasarkan pada kedekatan geografis Indonesia dengan negara terdampak. Selain itu, riset juga menemukan bukti serologis Virus Nipah pada kelelawar buah (Pteropus sp.) di Indonesia.

“Kita perlu waspada mengingat banyaknya pintu masuk internasional. Unit karantina di daerah diminta meningkatkan pengawasan terhadap alat angkut, orang, dan barang yang datang dari luar negeri,” ujar dr. Cahyo, Rabu (11/2/2026).

Advertisement

Kewaspadaan di Paser dinilai krusial karena tingginya lalu lintas maritim internasional. Rata-rata, sebanyak 18 kapal asing masuk ke perairan Paser setiap bulan, dengan jumlah anak buah kapal (ABK) sekitar 18–20 orang per kapal.

Sepanjang Januari 2026, kapal berbendera Cina mendominasi kedatangan di wilayah tersebut.

Sebagai langkah pencegahan, setiap kapal dan kru wajib melalui pemeriksaan deklarasi kesehatan melalui All Indonesia–SATUSEHAT Health Pass (SSHP). Petugas juga melakukan pemantauan suhu tubuh menggunakan thermal scanner serta observasi gejala klinis terhadap seluruh pelaku perjalanan.

Apabila ditemukan ABK atau pelaku perjalanan dengan gejala seperti demam tinggi, penurunan kesadaran, kejang, hingga sesak napas, petugas akan segera melakukan observasi lanjutan. Jika memenuhi kriteria suspek atau probable, pasien akan dirujuk ke rumah sakit rujukan.

Langkah preventif ini diharapkan mampu memperkuat pertahanan pintu masuk Indonesia, khususnya di Kalimantan Timur, dari potensi penyebaran penyakit zoonosis mematikan tersebut. (*)

Advertisement
Sudahkah Anda mengikuti channel whatsapp kami?
WhatsApp
Kaltim PostIkuti

Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!


Artikel Terkait

Aktor Bollywood Nana Patekar Tutup Usia, Ini Jejak Panjang Kariernya di Dunia Film India

Aktor Bollywood Nana Patekar Tutup Usia, Ini Jejak Panjang Kariernya di Dunia Film India

Nana Patekar meninggal dunia pada usia 75 tahun. Simak perjalanan karier, penghargaan, dan sisi lain aktor senior Bollywood ini.

Hujan Buka Jalan India Pertahankan Emas Kriket Asian Games

Hujan Buka Jalan India Pertahankan Emas Kriket Asian Games

India lolos ke semifinal setelah laga kontra Afghanistan dibatalkan. Cuaca kembali menjadi faktor penentu dalam perebutan emas.

Putus Sekolah akibat Utang, Subhash Chandra Kini Jadi Taipan Media Berharta Rp 100 Triliun

Putus Sekolah akibat Utang, Subhash Chandra Kini Jadi Taipan Media Berharta Rp 100 Triliun

Dari remaja putus sekolah dan terlilit utang, Subhash Chandra bangkit jadi "Bapak TV Swasta India" berharta Rp100 T. Inspiratif!

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer