Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Pemkab Paser dan Kemitraan Kolaborasi Luncurkan Program EnABLE untuk Tekan Emisi dan Jaga Hutan  

M
Penulis: Muhammad Najib❯
Momen pertemuan stakeholder Program Enable yang digelar di Kabupaten Paser pekan lalu. (IST) 
Momen pertemuan stakeholder Program EnABLE yang digelar di Kabupaten Paser pekan lalu. (IST)  

Advertisement

 

KALTIMPOST.ID, TANAH GROGOT — Pemerintah Kabupaten Paser bersama organisasi Kemitraan resmi meluncurkan Program Enhancing Access to Benefits while Lowering Emissions (EnABLE) di Kabupaten Paser.

Program ini dirancang untuk meningkatkan akses penerima manfaat terhadap Program Pengurangan Emisi di Kalimantan Timur (Kaltim) melalui skema Fasilitas Kemitraan Karbon Hutan (Forest Carbon Partnership Facility/FCPF).

Advertisement

Di Kaltim, program ini menyasar 71 desa yang tersebar di empat kabupaten, yakni Kabupaten Paser, Kutai Kartanegara, Kutai Barat, dan Mahakam Ulu. Selain fokus pada pelestarian lingkungan, program ini memberikan perhatian khusus kepada kelompok rentan seperti masyarakat adat, perempuan, dan penyandang disabilitas agar mendapatkan manfaat secara setara.

Tim Leader Enable Kemitraan, Ade Siti Barokah menegaskan bahwa EnABLE bukanlah program yang berdiri sendiri atau membawa agenda baru. Sebaliknya, program ini hadir untuk memperkuat inisiatif pembangunan berkelanjutan yang sudah berjalan di tingkat provinsi maupun kabupaten.

Advertisement

Hutan Kaltim kata dia bukan sekadar kumpulan pohon penampung karbon, melainkan sumber kehidupan yang menyediakan air, pangan, dan obat-obatan.

"Oleh karena itu, Program EnABLE menempatkan masyarakat desa dan masyarakat adat sebagai aktor utama sekaligus pelaku perubahan, bukan sekadar penerima manfaat," ujar Ade Siti Barokah, belum lama ini di Paser.

Untuk memaksimalkan implementasi di lapangan, Kemitraan menggandeng 12 Organisasi Masyarakat Sipil (CSO). Para mitra ini akan bertugas mendampingi masyarakat adat, menguatkan tata kelola desa, mendiseminasi informasi pengurangan emisi, hingga memfasilitasi pengembangan usulan kegiatan ekonomi berkelanjutan warga.

Staf Ahli Bupati Bidang Ekonomi, Keuangan, dan Pembangunan, Ina Rosana menyambut positif kehadiran program ini. Menurutnya, pertemuan lintas sektor yang digelar sangat relevan mengingat Kaltim tengah menghadapi tantangan lingkungan yang serius, mulai dari maraknya lahan bekas tambang hingga aksi penebangan liar (illegal logging).

"Kecenderungan yang terjadi selama ini adalah penggunaan sumber daya alam (SDA) terus meningkat, namun suplainya justru menurun karena upaya rehabilitasi belum maksimal. Perlindungan dan konservasi alam mutlak diperlukan demi menjamin kelestarian ekosistem," kata Ina Rosana.

Advertisement
Sudahkah Anda mengikuti channel whatsapp kami?
WhatsApp
Kaltim PostIkuti

Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!


Artikel Terkait

Aksi Dramatis Alfarid, Sempat Terpeleset lalu Rebut Emas Sepatu Roda 200 Meter Putra

Aksi Dramatis Alfarid, Sempat Terpeleset lalu Rebut Emas Sepatu Roda 200 Meter Putra

Perjuangan atlet sepatu roda Kutim, Muhamad Alfarid, berbuah manis di Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) VIII Kaltim di Paser.

Bidik Tiga Besar Porprov VIII Kaltim, Kutim Turunkan Kontingen Berkekuatan 1.561 Personel   

Bidik Tiga Besar Porprov VIII Kaltim, Kutim Turunkan Kontingen Berkekuatan 1.561 Personel  

Kabupaten Kutim mengutus 1.561 personel untuk berlaga di Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) VIII Kalimantan Timur 2026.

PWI Paser Turut Ambil Bagian di Porwada Kaltim IV, Targetnya Tambah Medali   

PWI Paser Turut Ambil Bagian di Porwada Kaltim IV, Targetnya Tambah Medali  

PWI Kabupaten Paser tampil ke Balikpapan mengikuti ajang Pekan Olahraga Wartawan Daerah (Porwarda) IV yang berlangsung di Kota Balikpapan.

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer