
KALTIMPOST.ID, TANAH GROGOT – Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kabupaten Paser mulai menunjukkan tren mengkhawatirkan. Memasuki puncak musim kering pada Agustus, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Paser menyiapkan langkah antisipasi dengan mengusulkan penetapan status tanggap darurat.
Usulan tersebut menjadi salah satu strategi untuk memperkuat penanganan apabila karhutla terus meluas. BPBD Paser telah berkoordinasi dengan Tim Reaksi Cepat (TRC) serta sejumlah instansi lintas sektor untuk menyiapkan langkah penanganan terpadu.
Baca Juga: Pemkab Kutim Boyong Tiga Penghargaan dari Kementerian Hukum Republik Indonesia
Kepala BPBD Paser Ruslan mengatakan, penetapan status tanggap darurat kini tinggal menunggu persetujuan bupati.
“Mitigasi kami ialah penetapan status tanggap darurat. Setelah melakukan rapat dengan lintas sektor, saat ini tinggal menunggu persetujuan bupati,” ujar Ruslan, Rabu (19/8/2026).
Menurut dia, sejumlah titik panas (hotspot) terdeteksi di wilayah Paser. Mayoritas berada di kawasan yang memiliki suhu tinggi, termasuk area pertambangan. Sementara itu, kawasan perkebunan kelapa sawit sejauh ini relatif aman.
Baca Juga: Rayakan HUT Ke-81 RI dan MA, Pengadilan Militer Balikpapan Gelar Donor Darah, Libatkan Stakeholder
BPBD terus melakukan pemantauan titik panas melalui aplikasi untuk mendeteksi potensi karhutla sedini mungkin. Namun, Ruslan mengingatkan masyarakat agar tidak langsung menganggap setiap hotspot sebagai kebakaran.
“Hotspot belum tentu menunjukkan adanya kebakaran di lokasi tersebut,” jelasnya.
Meski begitu, kewaspadaan tetap diperlukan. BPBD menilai faktor manusia masih menjadi pemicu utama kejadian karhutla di Paser. Kelalaian maupun aktivitas pembukaan lahan dengan cara membakar berpotensi memperbesar risiko kebakaran, terutama ketika kondisi lahan dan vegetasi mengering.
Baca Juga: Bandeng Gratis Torani Diserbu Warga Balikpapan, 3.000 Porsi Ludes Cepat, 1.000 Porsi Cuma 30 Menit!
Masyarakat pun diminta tidak melakukan pembakaran untuk membuka lahan. Jika menemukan indikasi kebakaran, warga diharapkan segera melaporkannya agar dapat ditangani sebelum api meluas.
Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!




