Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Tekan Harga Pangan di Desa, Dinas Ketahanan Pangan Paser Luncurkan Program RODA PANGAN

M
Penulis: Muhammad Najib❯
KETAHAKAN PANGAN: Dinas Ketahanan Pangan Paser meluncurkan program RODA PANGAN, Senin (7/9/2026). Najib/KP
KETAHAKAN PANGAN: Dinas Ketahanan Pangan Paser meluncurkan program RODA PANGAN, Senin (7/9/2026). Najib/KP

Advertisement

KALTIMPOST.ID, TANAH GROGOT — Dinas Ketahanan Pangan Paser resmi meluncurkan program RODA PANGAN (Revitalisasi Outlet Desa melalui Akselerasi Pangan) pada Senin (7/9/2026). Program ini dihadirkan untuk memotong rantai distribusi pangan yang panjang sekaligus memastikan keterjangkauan harga pangan bagi masyarakat di tingkat desa.

Kepala Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Paser, M. Arfah menyampaikan bahwa inovasi ini berawal dari keluhan masyarakat terkait tingginya harga bahan pokok di pedesaan. Melalui RODA PANGAN, pemerintah daerah berupaya menyamaratakan harga pangan di desa agar setara dengan harga di ibu kota kabupaten maupun harga dari Bulog.

"Distribusi ke desa selama ini belum optimal. Harga pangan pokok di desa justru cenderung lebih mahal dibandingkan wilayah perkotaan, ini sebuah anomali. Melalui program ini, kami ingin memastikan distribusi lancar, ketersediaan pangan aman, dan harga tetap stabil di seluruh wilayah Paser," ujar Arfah.

Dalam jangka panjang, program ini ditargetkan dapat menambah jumlah outlet pangan di desa serta bersinergi dengan program nasional seperti Koperasi Desa (Kopdes).

Fokus utamanya adalah pengentasan wilayah rawan pangan, mengingat saat ini masih tersisa 6 desa di Kabupaten Paser yang memegang status tersebut. Yaitu Desa Labuangkalo, Selengot, Kladen, Rantau Buta, Rantau Layung, dan Kayungo Sari.

Advertisement

Bupati Paser, dr. Fahmi Fadli mengapresiasi peluncuran program ini sebagai bagian dari upaya mendukung visi Paser Tuntas. "Ada kemajuan signifikan dari tahun 2021 yang sempat mencatat 75 desa rawan pangan, hingga kini tersisa 6 desa," kata Fahmi.

Fahmi optimistis Dinas Ketahanan Pangan bersama OPD terkait mampu menuntaskan status rawan pangan tersebut menjadi desa mandiri pangan. Selain masalah pangan, ia juga menyoroti pemenuhan kebutuhan dasar lain di desa-desa tersebut.

Seperti ketersediaan air bersih di Selengot, Keladen, Labuangkallo, dan Kayungo Sari, serta penanganan status gizi di Keladen dan aksesibilitas di Rantau Buta dan Rantau Layung yang diproyeksikan masuk dalam APBD  2027. (jib)

Advertisement
Sudahkah Anda mengikuti channel whatsapp kami?
WhatsApp
Kaltim PostIkuti

Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!


Artikel Terkait

Sinergi Kanwil Kemenkum Kaltim dan Pemkab Paser, Tiga Raperbup Masuk Tahap Harmonisasi

Sinergi Kanwil Kemenkum Kaltim dan Pemkab Paser, Tiga Raperbup Masuk Tahap Harmonisasi

Kanwil Kemenkum Kaltim harmonisasi tiga rancangan regulasi Kabupaten Paser untuk memastikan aturan selaras dan memberi kepastian hukum.

Nahkodai Perbakin Balikpapan, Noransyah Target Juara Umum di Porprov Paser

Nahkodai Perbakin Balikpapan, Noransyah Target Juara Umum di Porprov Paser

Noransyah resmi nahkodai Pengcab Perbakin Balikpapan 2026-2030. Pasang target juara umum di Porprov Paser dan siapkan ajang bergengsi.

Ikut Lari di Kideco Run 2026, Wagub Seno Aji Puji Efek Domino Tambang untuk Ekonomi Paser

Ikut Lari di Kideco Run 2026, Wagub Seno Aji Puji Efek Domino Tambang untuk Ekonomi Paser

Wagub Kaltim Seno Aji resmi melepas Kideco Run 2026 di Tanah Grogot. Ia memuji kontribusi Kideco dalam menyerap ribuan tenaga kerja.

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer