Karhutla Paser Capai 558 Hektare, Begini Cara KPHP Kendilo Padamkan Api Tanpa Air

KALTIMPOST.ID-Penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Paser menghadapi tantangan tersendiri ketika api masuk kawasan hutan.
Lokasi yang jauh dari permukiman dan sulitnya mendapatkan sumber air membuat petugas harus mengandalkan metode pemadaman manual.
Data pemerintah daerah hingga awal September 2026 mencatat karhutla di Paser telah mencapai 558 hektare dari 205 kejadian.
Sementara luas kebakaran khusus di kawasan hutan masih dalam proses rekapitulasi UPTD Kesatuan Pengelolaan Hutan Produksi (KPHP) Kendilo Dinas Kehutanan Kaltim.
Baca Juga: Bukti Kuat Komitmen Lingkungan, Kideco Borong 7 Penghargaan ENSIA 2026, Empat Kategori Raih Platinum
Kepala Seksi Perlindungan KSDAE dan Pemberdayaan Masyarakat UPTD KPHP Kendilo Agung Rohendi mengatakan, pihaknya saat ini memprioritaskan penanganan kebakaran di kawasan hutan.
KPHP Kendilo memiliki wilayah penanganan kawasan hutan sekitar 135 ribu hektare. Sejauh ini, kebakaran disebut tidak banyak merambah kawasan hutan lindung.
Di lapangan, KPHP Kendilo mengandalkan 15 personel Brigade Sirana. Ketika kejadian karhutla meningkat di luar kawasan hutan, personel tetap membantu tim gabungan di bawah koordinasi BPBD Paser. Namun, pengamanan kawasan hutan tetap menjadi prioritas.
Menurut Agung, karakter kebakaran hutan membuat metode penanganannya berbeda dengan kebakaran lahan maupun permukiman. Petugas terlebih dahulu mencari kepala api untuk mencegah kebakaran terus meluas.
Setelah posisi api diketahui, petugas membuat sekat bakar atau firebreak menggunakan peralatan manual seperti garuk dan pacul. Api yang membakar serasah, rumput, serta ranting kering di permukaan tanah kemudian dipadamkan menggunakan gepyok.
“Karena jika di dalam hutan menggunakan air, pasti kewalahan mencari sumber airnya saat sudah habis,” kata Agung, Senin (14/9).
Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!




