Utama Samarinda Balikpapan Kaltim IKN Nasional Olahraga Bisnis Lifestyle Opini Sosbis Hiburan Kesehatan

Muhammadiyah Paser Gelar Diksar Kokam, Siapkan Garda Terdepan Jaga Agama dan Negara

Muhammad Najib • Jumat, 17 Oktober 2025 | 17:18 WIB
KETERAMPILAN: Pimpinan Daerah (PD) Pemuda Muhammadiyah (PM) Paser menggelar Diksar Kokam Paser 2025, Jumat (17/10/2025).
KETERAMPILAN: Pimpinan Daerah (PD) Pemuda Muhammadiyah (PM) Paser menggelar Diksar Kokam Paser 2025, Jumat (17/10/2025).

KALTIMPOST.ID, TANAH GROGOT – Pimpinan Daerah (PD) Pemuda Muhammadiyah (PM) Paser menggelar Pendidikan dan Latihan Dasar Komando Kesiapsiagaan Angkatan Muda Muhammadiyah (Diksar Kokam) Paser 2025.

Acara yang berlangsung di Garden Taka, Desa Jone, Kecamatan Tanah Grogot, mulai Jumat (17/10) hingga Minggu (19/10/2025) ini bertujuan menciptakan Pemuda Muhammadiyah yang cinta organisasi, serta siap membela agama dan negara.

Ketua PD Pemuda Muhammadiyah Paser, Hamdani, dalam sambutannya menceritakan sejarah Kokam yang telah hadir sejak 60 tahun lalu di Indonesia. "Kokam lahir dengan semangat ideologi nasionalisme dari Pemuda Muhammadiyah. Kami ingin berdakwah melalui Kokam ini," kata Hamdani.

Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Kaltim, Asman, berharap para peserta dapat belajar dengan tulus dan ikhlas. "Semoga jumlah pesertanya bisa terus bertambah dan Kokam Paser dapat menjadi garda terdepan di Paser," harapnya.

Sementara itu, Ketua PD Muhammadiyah Paser, Suhrawardi, menekankan bahwa kekuatan iman adalah tameng bagi Pemuda Muhammadiyah dalam menjaga kebaikan dan mencegah kemungkaran.

"Cara langkah Pemuda kini makin kreatif. Kokam kini berjalan hebat, semangat juangnya luar biasa," puji Suhrawardi.

Bupati Paser, dalam sambutan yang dibacakan oleh Kabid Pariwisata Dinas Pemuda Olahraga dan Pariwisata (Disporapar) Paser, Khairuddin, menyampaikan rasa suka cita atas usia Kokam yang telah mencapai 60 tahun pada awal bulan ini.

Bupati menyoroti peran utama Kokam dalam menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) sejak Kokam hadir di tengah situasi ancaman internal serius, yakni upaya kudeta pada masa lalu.

"Pesan saya, tetaplah berjuang dalam menjaga keutuhan bangsa dan negara, memelihara moral dan ideologi, serta mengambil peran aktif dalam masalah kemanusiaan dan kebencanaan," pesan Bupati.

Anggota Kokam diminta untuk selalu berupaya menciptakan persatuan dan kesatuan bangsa melalui toleransi dan saling menghormati, sambil tetap mempertahankan nilai-nilai Muhammadiyah.

"Kokam harus selalu menjadi ‘pasukan elite’ yang tidak hanya memiliki keterampilan, tetapi juga membawa kebaikan dan manfaat bagi masyarakat, bukan sekadar ‘gagah-gagahan’," tegasnya.

Bupati juga mengajak para pemuda berusia 17 hingga 40 tahun untuk berbuat hal positif. "Jangan pernah bertanya apa yang diberikan negara dan daerah kepada saudara. Tapi tanyakan kepada diri sendiri, apa yang sudah diperbuat untuk Indonesia, Islam, dan Paser," tutupnya.

Bupati berharap anggota Kokam yang berasal dari Tapak Suci, Hizbul Wathan, Pelajar Muhammadiyah, Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah, dan masyarakat umum, dapat menunjukkan jati diri sesuai dengan tugas mulia yang tercantum dalam Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga.

Sambutan itu ditutup dengan mengutip pernyataan Presiden RI pertama Sukarno, "Beri aku 1.000 orang tua, niscaya akan kucabut Semeru dari akarnya; beri aku 10 pemuda, niscaya akan kuguncangkan dunia." Ditegaskan bahwa para peserta Diksar adalah bagian dari pemuda yang memiliki potensi luar biasa, sebagaimana yang pernah disampaikan Sukarno (adv/jib)

Editor : Nugroho Pandu Cahyo
#Latsar #paser #pemuda muhammadiyah #Latihan Dasar