TANAH GROGOT - Dinas Pemuda, Olahraga, dan Pariwisata (Disporapar) Kabupaten Paser menyiapkan langkah strategis untuk memperkenalkan potensi pariwisata dan ekonomi kreatif daerah ke tingkat nasional. Hal itu dilakukan melalui penyelenggaraan event promosi di kota-kota tujuan wisata, salah satunya Jogjakarta.
Kabid Kepariwisataan Disporapar Paser, Khairuddin mengatakan Yogyakarta dipilih karena menjadi salah satu pusat kunjungan wisata nasional sekaligus ruang bertemunya wisatawan, komunitas kreatif, dan mahasiswa dari berbagai daerah.
“Ini langkah awal kami memperkenalkan pariwisata Paser secara langsung di kota wisata. Jogja punya ekosistem yang lengkap, mulai dari wisatawan hingga komunitas kreatif yang aktif,” kata Khairuddin, Jumat (6/2/2026).
Menurutnya, event yang direncanakan tidak hanya menampilkan destinasi wisata, tetapi juga mengangkat kebudayaan, produk UMKM, dan potensi ekonomi kreatif Paser agar dikenal lebih luas oleh masyarakat luar daerah.
Dalam upaya tersebut, Bidang Ekonomi Kreatif Disporapar Paser turut mengambil peran dengan membangun dan menghidupkan talenta-talenta daerah yang saat ini berada di perantauan, khususnya mahasiswa asal Paser dan Kalimantan Timur yang menempuh pendidikan di kota-kota wisata.
“Kami ingin talenta Paser yang tersebar di berbagai provinsi tidak hanya menjadi penonton, tetapi ikut tampil dan berkontribusi. Mereka bisa menjadi wajah Paser dalam memperkenalkan daerah melalui seni, musik, pertunjukan, dan kreativitas lainnya,” kata Khairuddin.
Rencananya, kegiatan promosi akan melibatkan mahasiswa asal Paser dan Kalimantan Timur dengan berbagai talenta, yang dikemas dalam pertunjukan seni, pameran ekonomi kreatif, serta aktivitas promosi pariwisata di ruang publik strategis.
Konsep kegiatan ini mengusung pengenalan pariwisata, UMKM, dan kebudayaan Paser dalam satu rangkaian event, dengan menggandeng pihak ketiga yang direkomendasikan oleh Dinas Pariwisata DIY agar pelaksanaan berjalan efektif dan efisien.
Dinas Pariwisata Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) memberikan saran bahwa promosi daerah akan lebih optimal jika dilakukan di ruang publik yang ramai dikunjungi wisatawan dan mahasiswa.
Beberapa lokasi yang relevan antara lain Teras Malioboro, Gelanggang Inovasi dan Kreativitas (GIK) UGM, serta Taman Budaya Embung Giwangan.
Tempat-tempat ini cocok untuk pameran, diskusi, dan pertunjukan seni. Dengan konsep yang tepat, kegiatan ini tidak hanya mengenalkan Paser sebagai daerah tujuan wisata, tetapi juga menggerakkan ekonomi kreatif serta talenta-talenta daerah yang berada di perantauan. (*)
Editor : Sukri Sikki