Utama Samarinda Balikpapan Kaltim IKN Nasional Olahraga Bisnis Lifestyle Opini Sosbis Hiburan Kesehatan

Hilal Tak Terlihat di Paser, Ini Hasil Sidang Isbat 1 Ramadan 1447 H

Muhammad Najib • Rabu, 18 Februari 2026 | 08:54 WIB

Tim Kemenag Paser melakukan rukyatul hilal untuk penetapan awal Ramadan 1447 H di Helipad RSUD Panglima Sebaya, Tanah Grogot, Selasa (17/2/2026).
Tim Kemenag Paser melakukan rukyatul hilal untuk penetapan awal Ramadan 1447 H di Helipad RSUD Panglima Sebaya, Tanah Grogot, Selasa (17/2/2026).

KALTIMPOST.ID, TANAH GROGOT – Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Paser melaksanakan pemantauan hilal (rukyatul hilal) untuk penetapan awal Ramadan 1447 Hijriah. Kegiatan berlangsung di Helipad RSUD Panglima Sebaya, Kecamatan Tanah Grogot, Selasa (17/2/2026).

Berdasarkan hasil Tim Hisab Rukyat Kemenag Paser, posisi hilal dilaporkan belum memenuhi kriteria MABIMS (Menteri Agama Brunei Darussalam, Indonesia, Malaysia, dan Singapura).

Kepala Kantor Kemenag Paser, Maslekhan, mengungkapkan bahwa wilayah Kabupaten Paser memiliki tantangan geografis tersendiri dalam pemantauan hilal. Mayoritas pesisir berada di sisi timur, sedangkan rukyat dilakukan ke arah barat, lokasi matahari terbenam.

Baca Juga: Promo HUT Kota Balikpapan Digalakkan, PHRI Evaluasi di Akhir Bulan

Selain itu, pandangan ke ufuk barat kerap terhalang vegetasi dan pepohonan rimbun. Faktor cuaca juga memengaruhi proses pengamatan.

“Dedaunan yang lebat di musim panas serta tutupan awan tebal di musim penghujan sering kali menutupi titik hilal,” ujarnya.

Meski hilal tidak terlihat di Paser, hasil pemantauan tetap dilaporkan secara berjenjang ke Kantor Wilayah Kemenag Provinsi hingga ke tingkat pusat.

“Pada prinsipnya, kita menunggu hasil Sidang Isbat di pusat. Seluruh laporan rukyat dari berbagai daerah akan dirangkum sebelum keputusan final diambil,” kata Maslekhan.

Baca Juga: Mobil Dinas Rp 8,5 Miliar Disorot, Pengamat: Gubernur Kaltim Gagal Pahami Skala Prioritas Rakyat!

Ia menjelaskan, pemerintah menggunakan dua metode dalam menentukan awal bulan hijriah, yakni hisab (perhitungan astronomis) dan rukyat (pengamatan langsung). Dalam standar MABIMS, terdapat batas minimal ketinggian hilal dan sudut elongasi agar dapat dinyatakan memenuhi syarat.

Pada Selasa malam, Nasaruddin Umar selaku Menteri Agama Republik Indonesia menetapkan 1 Ramadan 1447 H jatuh pada Kamis, 19 Februari 2026.

“Berdasarkan hasil hisab dan tidak adanya hilal terlihat, disepakati 1 Ramadan 1447 Hijriah/2026 Masehi jatuh pada hari Kamis, 19 Februari 2026,” ujarnya di Jakarta, Selasa (17/2/2026).

Ia menambahkan, sudut elongasi hilal saat itu sangat rendah, yakni antara 0 derajat 56 menit 23 detik hingga 1 derajat 53 menit 36 detik. Secara hisab, data tersebut belum memenuhi kriteria yang ditetapkan.

Baca Juga: Promo HUT Balikpapan Jadi Strategi Hotel Tarik Wisatawan Domestik, Ini yang DItawarkan Hotel Whiz Prime

“Dalam sidang ini, kami bermusyawarah secara terbuka,” tambahnya.

Penetapan tersebut merujuk pada hasil hisab dan laporan rukyat yang menyatakan hilal tidak terlihat. Sementara itu, Muhammadiyah menetapkan 1 Ramadan 1447 H jatuh pada 18 Februari 2026. (*)

Editor : Ery Supriyadi
#hilal Paser #Kemenag Paser #rukyatul hilal 2026 #sidang isbat #1 Ramadan 1447 H